Media Sosial sebagai Instrumen Strategis Promosi Pendidikan Pascasarjana
Oleh : Adriana, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unpad
Fenomena saat ini menunjukkan bahwa tidak semua lulusan sarjana melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana. Berbagai faktor menjadi alasan, mulai dari kesibukan pekerjaan, tantangan karir, keterbatasan waktu, hingga alasan lainnya. Selain itu, terdapat pula fenomena adanya ketidaksesuaian antara bidang studi sarjana dengan profesi yang sedang dijalani. Hal ini membuat ragu ketika ingin melanjutkan pendidikan, karena tidak menemukan program studi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan karier mereka saat ini.
Universitas Padjadjaran menjawab fenomena tersebut dengan program Magister Berbasis Project yang memungkinkan mahasiswa tetap produktif dalam pekerjaan sambil melanjutkan pendidikan. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan project yang langsung terkait dengan kebutuhan atau permasalahan nyata di tempat kerja tanpa harus terpaku pada disiplin ilmu sarjana yang dimiliki sebelumnya. Sehingga Magister Berbasis project menjadi jembatan yang membuka kesempatan bagi siapapun untuk meningkatkan kompetensi melalui Pendidikan pascasarjana tanpa khawatir mengganggu rutinitas profesionalisme atau pekerjaannya.
Universitas Padjadjaran telah membuka kantor perwakilan di Jakarta. Kantor yang beralamat di Lantai 2 Menara Danareksa Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tersebut telah diresmikan pada Rabu, 5 April 2023. Tidak hanya sebagai kantor atau ruang pertemuan, tetapi Unpad di Jakarta juga menggelar program Magister Berbasis Project dengan beberapa peminatan program studi yang ditawarkan. Kehadiran Universitas Padjadjaran di Jakarta juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan dan kontribusi perguruan tinggi negeri di tingkat nasional.
Dengan hadirnya Unpad di Jakarta, maka penyebaran informasi dan promosi program pendidikan menjadi sangat penting dalam membangun citra institusi untuk memunculkan minat masyarakat dan ini menjadi sebuah tantangan. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial dengan tingkat penetrasi yang tinggi di Indonesia, menjadi media potensial untuk menjangkau segmen calon mahasiswa, akademisi muda, dan profesional. Melalui konten visual yang menarik, narasi informatif, serta interaksi dua arah, Instagram dimanfaatkan untuk memperkenalkan program-program Magister Berbasis Project Unpad di Jakarta, menampilkan aktivitas akademik dan prestasi sivitas akademika, sekaligus membangun kedekatan dengan publik.
Program Magister Berbasis Project
Program Magister Berbasis Project yang ditawarkan Unpad di Jakarta merupakan salah satu inovasi pendidikan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan profesional masa kini. Program ini menitikberatkan pada penyelesaian persoalan nyata di tempat kerja melalui pendekatan akademik dan pendampingan intensif. Profil mahasiswa pada program ini umumnya berasal dari kalangan profesional yang membutuhkan fleksibilitas tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.
Proses perkuliahan dalam Program Magister Berbasis Project dirancang fleksibel melalui kombinasi metode online dan hybrid. Skema perkuliahan terdiri dari sekitar 70% sesi daring dan 30% sesi hybrid yang dilaksanakan di Kampus Unpad Jakarta. Model hybrid memungkinkan mahasiswa yang hadir di kampus untuk berinteraksi langsung dengan dosen, mendiskusikan project, serta mendapatkan pendampingan akademik secara tatap muka. Pada saat yang sama, sistem hybrid tetap memberikan fleksibilitas penuh sehingga mahasiswa yang berhalangan hadir dikampus tetap dapat mengikuti perkuliahan secara online melalui platform yang disediakan. Sehingga pendekatan ini memastikan bahwa profesional yang bekerja tetap dapat melanjutkan studi dengan nyaman, tanpa mengorbankan kualitas interaksi akademik.
Magister Berbasis project memberikan beberapa solusi bagi para calon mahasiswa yang sibuk dan kesulitan melanjutkan studi pascasarjana karena tuntutan pekerjaan dan keterbatasan waktu. Pertama, flexibilitas waktu, dengan skema perkuliahan yang diselenggrakan online dan hybrid di Kampus Unpad Jakarta mahasiswa dapat tetap mengikuti perkuliahan di tengah jadwal kerja yang padat. Kehadiran sesi hybrid juga memberikan kesempatan bertemu langsung dengan dosen, namun tetap memberikan opsi untuk mengikuti secara online apabila mahasiswa berhalangan hadir. Kedua, pendekatan project-based learning memungkinkan mahasiswa mengerjakan proyek yang relevan dengan pekerjaan dan pengalaman mereka. Hal ini juga sangat membantu para profesional yang tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga memecahkan persoalan nyata di tempat kerja atau mengembangkan inovasi yang dapat langsung diimplementasikan. Ketiga, setiap mahasiswa berkesempatan kolaborasi dengan dosen, praktisi, industri, maupun sesama mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Sehingga jejaring ini menjadi modal penting untuk membuka peluang kerja sama, memperluas koneksi, hingga memperkuat karier.
Dalam upaya mempromosikan Program Magister Berbasis Project sebagai program unggulan Unpad di Jakarta dan seiring meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana utama untuk memenuhi kebutuhan informasi, maka menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi Unpad untuk beradaptasi dengan dinamika media sosial. Dalam konteks tersebut, Instagram dipilih sebagai platform yang strategis untuk menjangkau calon mahasiswa. Alasannya, mayoritas pengguna Instagram berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun, yang merupakan kelompok demografis paling relevan bagi pemasaran program pendidikan tinggi. Dengan memanfaatkan kekuatan visual, interaktivitas, dan jangkauan luas Instagram, Unpad menghadirkan informasi program secara lebih menarik dan mendekatkan diri dengan kebutuhan komunikasi publik masa kini.
Perspektif Teori
Salah satu teori komunikasi yang dapat menjelaskan fenomena perkembangan media sosial ini adalah Teori Uses and Gratifications yang pertama kali dikembangkan oleh para ilmuwan komunikasi seperti Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch pada awal tahun 1970-an. Teori ini berangkat dari asumsi bahwa pengguna bukanlah penerima pesan yang pasif, melainkan individu yang memiliki hak penuh dan motivasi tertentu dalam memilih media sesuai dengan kebutuhan, harapan, dan tujuan mereka. Calon mahasiswa memiliki kuasa penuh untuk menentukan sumber informasi atau media yang mereka anggap kredibel, menarik, dan sesuai kebutuhan mereka dalam mencari informasi tentang program pendidikan. Dalam konteks ini, kebutuhan tersebut mencakup pencarian informasi mengenai program studi, kualitas kurikulum, peluang karier, fleksibilitas studi, hingga reputasi institusi.
Pendekatan Teori Uses and Gratifications digunakan untuk memahami bagaimana calon mahasiswa memanfaatkan akun Instagram Unpad_Jakarta yang menggelar Program Magister Berbasis Project sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan informasi dan interaksi mereka dengan institusi pendidikan. Aktivitas yang dilakukan oleh pengelola akun seperti penyajian konten informatif, interaksi melalui komentar dan pesan langsung, serta visualisasi program akademik diharapkan dapat memberikan pengaruh kepada tingkat kepuasan dan keterlibatan publik terhadap institusi.
Melalui perspektif Teori Uses and Gratifications, institusi pendidikan harus mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan pengguna dan menjadikan media sosial sebagai peluang besar untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut dengan strategi komunikasi yang efektif. Dalam pengelolaan akun Instagram @Unpad_Jakarta, Universitas Padjadjaran menampilkan beragam konten strategis yang dirancang untuk memperkuat komunikasi publik dan meningkatkan keterlibatan audiens. Selain memberikan informasi mengenai berbagai kegiatan akademik, akun tersebut juga menghadirkan konten-konten kreatif berupa wawancara dengan mahasiswa program Magister Berbasis Project. Melalui format ini, para mahasiswa berkesempatan menyampaikan pengalaman, tingkat kepuasan, serta kenyamanan mereka dalam mengikuti program tersebut.
Selain itu, instagram memberikan ruang dialog yang lebih egaliter antara institusi dan publik. Komentar, pesan langsung, dan berbagai bentuk interaksi lainnya yang memungkinkanterjadinya komunikasi dua arah yang transparan dan cepat. Hal ini sejalan dengan tuntutan publik terhadap institusi pendidikan yang lebih terbuka, informatif, dan responsif dalam memberikan layanan komunikasi.
Testimoni yang disampaikan mahaiswa menunjukkan bahwa kehadiran Unpad di Jakarta tidak hanya memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi para profesional, tetapi juga mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang suportif, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dan sangat memfasilitasi perencanaan serta pelaksanaan proyek akademik mereka. Pendekatan komunikasi digital ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat berfungsi sebagai sarana efektif untuk membangun kepercayaan publik, sekaligus memperkuat posisi institusi dalam penyediaan pendidikan tinggi yang adaptif dan berorientasi pada kualitas.
Ke depan, penting bagi institusi pendidikan untuk terus mengoptimalkan media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi terintegrasi. Pengelolaan media sosial yang konsisten, berbasis data, dan didukung konten yang berkualitas akan memperkuat posisi institusi dalam persaingan pendidikan tinggi. Bagi program pascasarjana, terutama yang berorientasi pada profesional seperti Magister Berbasis Proyek Unpad di Jakarta, media sosial bukan hanya alat promosi, tetapi juga medium strategis untuk membangun kepercayaan, kredibilitas, dan hubungan jangka panjang dengan calon mahasiswa.
Kehadiran Universitas Padjadjaran di Jakarta, yang diperkuat melalui pemanfaatan media sosial Instagram melalui akun resmi @Unpad_Jakarta, merepresentasikan bagaimana institusi pendidikan tinggi mampu mengadaptasi teknologi komunikasi dalam memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kualitas interaksi dengan publik. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai ruang partisipatif yang memungkinkan institusi membangun kedekatan, memperkuat citra, serta mendukung peran strategisnya dalam pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan ini menegaskan bahwa optimalisasi teknologi komunikasi merupakan elemen penting dalam meningkatkan akses pendidikan dan relevansi institusi di tengah dinamika masyarakat digital.
