DAILYPANGANDARAN – Seorang wisatawan Hasim Zafari (20) warga Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia karena tenggelam di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Insiden itu terjadi pada Kamis (25/12/2025) pagi pukul 08.00 WIB.
Hasim meninggal saat berenang di kawasan pasir putih TWA Cagar Alam Pananjung. Korban dinyatakan meninggal usai selama 15 menit tak muncul ke permukaan setelah melompat dari bangkai kapal viking di Pasir Putih Pangandaran. Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Kami mendapatkan informasi setelah kegiatan pemantauan gereja sekitar pukul 09.00 WIB tadi bahwa ada wisatawan tenggelam,” ucap AKBP Andri kepada wartawan.
Ia mengatakan korban tenggelam di kawasan pasir putih Pangandaran bernama Hasim asal Tasikmalaya. “Korban ditemukan 15 menit setelah tenggelam,” kata Andri.
Untuk krnologinya, wisatawan asal Tasikmalaya tersebut bersama kekasihnya naik perahu wisata menuju Pasir Putih Pangandaran. “Saat keliling dan dekat bangkai kapal pesiar, korban meminta ke pemilik perahu untuk berenang. Ajuan Hasim sempat ditolak karena enggan memakai pelampung,” ucapnya.
Tetapi, korban ngotot tetap ingin berenang tanpa pelampung dan meloncat dari bangkai kapal Viking. Namun, nasib berkata lain, setelah loncat korban tidak muncul lagi.
“Tadinya hanya muter-muter saja di area bangkai kapal viking Pangandaran, sudah diingatkan tadi dengan pemilik perahu untuk tidak boleh, tetapi korban sebelumnya ngotot untuk ingin berenang ke kapal Viking dan meloncat dari ketinggian bangka kapal tersebut setinggi 5 meter,” ungkapnya.
Menurutnya, korban tidak muncul kembali ke permukaan lalu dicari oleh tim snorkling selama 20 menit dan ditemukan meninggal dunia. Usai kejadian korban dibawa ke RSUD Pandega.
“Kemudian setelah kejadian itu bersama Forkopimda langsung melakukan mitigasi bahwa kejadian ini tidak boleh terulang kembali,” katanya.
“Kita langsung bersama Forkopimda, menyampaikan himbauan kembali kepada pemilik perahu yang ada, jangan sampai adalagi penumpang atau wisatawan yang menaiki kapal bangkai Viking tersebut,” sambung dia.
Hari ini juga, kata Andri, langsung ada pemasangan banner larangan berenang area kapal Viking tersebut. “Agar wisatawan tahu bahwa kapal tersebut tidak boleh dinaiki. Hanya sebagai objek saja tapi tentu tidak dinaiki dan tentu tidak terjadi lagi,” tutupnya.
