DAILYPANGANDARAN – Sekolah gratis, mungkin hanya sekedar tinggal berangkat untuk mau belajar. Tanpa memikirkan siswa masih memerlukan seragam, sepatu, tas, buku dan alat tulis untuk menunjang semuanya.
Pemerintah hanya memberikan keleluasaan tanpa harus bayar iuran bagi siswa yang belajar di sekolah negeri. Namun, tidak semuanya dapat merasakan nyaman belajar tanpa memikirkan perlengkapan sekolah.
Cerita Khoenunisa siswi di SD Negeri 2 Kalipucang, menjadi cerminan bahwa negara belum lengkap memberikan makna “sekolah gratis”. Rupanya, masih ada anak berjuang memutar otak untuk memenuhi kebutuhannya.
Meski demikian, negara telah memberikan sedikit keringanan orang tua dengan adanya program makan bergizi gratis. Hanya saja, perlengkapan sekolah gratis belum cukup menyentuh naluri semuanya.
Begitupun, cerita siswa di NTT yang bunuh diri lantaran tidak ingin orang tuanya susah mencari uang untuk keperluan sekolah. Dua kisah ini menjadi kaca bagi pemerintah untuk memperhatikan hal paling mendasar yang langsung siswa-siswi rasakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Pesan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami
Hadirnya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami ke sekolah tempat Khoenunisa belajar merupakan bukti, pemerintah menjadi garda terdepan untuk kepedulian warganya.
Riuh suara siswa meyambut kehadiran sang kepala daerah cukup antusias. Turun dari mobil berplat Z 1 V memberikan warna kebahagian di sekolah tersebut. Ucapan “salam ibu bupati” menjadi goong kedatangan IBU bagi semua siswa di Kabupaten Pangandaran.
Tidak hanya membawa harapan, Bupati Citra datang dengan mimpi besar dalam benak Khoenunisa atau akrab disapa Ica, siswi penjual sate toe di SDN 2 Kalipucang.
Dalam pertemuan itu, Bupati Citra berpesan jika Ica merupakan beranda terdepan pendidikan karakter yang lahir langsung dari rahim keluarga. “Ia merupakan sosok panutan bagi semua siswa di Pangandaran, prosesnya belajar tidak terganggu walaupun sambil berjualan,” ucap Citra saat mengunjui SD Negeri 2 Kalipucang, Senin (9/2/2026).
Pihaknya mengaku apresiasi dengan keberanian Ica yang menjajakan sate toe milik mbah (neneknya) di pasar. “Anak sekecil itu sudah berani jualan, tentu saya acungkan jempol,” katanya.
Citra berpesan, kepada siapapun siswa di Kabupaten Pangandaran agar sekolah dengan giat belajar dan jangan lupa rajin ibadah. “Kisah Ica merupakan tauladan bagi siswa lainnya di Pangandaran,” ucapnya.
