DAILYPANGANDARAN – Hari Hipertensi Sedunia 2026 World Hypertension Day selalu diperingati setiap tanggal 17 Mei sebaagi controling hypertension together.
Dalam peringatan kali ini, RSUD Pandega mereka mengusung tageline Kendalia Hipertensi Bersama: Periksa Tekanan Darah Secara Rutin, Lawan Si Pembunuh Senyap.
Hari Hipertensi Sedunia diperingati setiap 17 Mei; peringatan ini dimulai sebagai kampanye global yang digagas oleh World Hypertension League (WHL) pada 2005 dan sejak 2006 ditetapkan tanggal 17 Mei sebagai hari resmi untuk meningkatkan kesadaran tentang hipertensi.
Sejarah singkat
Inisiasi kampanye pertama kali dilakukan pada 2005 untuk memerangi peningkatan tekanan darah tinggi di seluruh dunia dan mendorong deteksi dini serta pengukuran rutin tekanan darah.
Sejak 2006 WHL menetapkan 17 Mei sebagai tanggal resmi peringatan agar kampanye menjadi agenda tahunan global dan lebih mudah diterima oleh pemerintah, fasilitas kesehatan, dan komunitas masyarakat.
Setiap tahun tema kampanye berubah untuk menyoroti aspek tertentu pencegahan dan pengendalian hipertensi; tema 2026 adalah “Controlling Hypertension Together: Check Your Blood Pressure Regularly, Defeat the Silent Killer” yang menekankan pemeriksaan rutin dan kerja sama komunitas untuk mengalahkan “pembunuh senyap” ini.
Makna memperingati
• Meningkatkan kesadaran publik bahwa hipertensi sering tanpa gejala namun berisiko menyebabkan stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal, sehingga deteksi dini penting.
• Mendorong pemeriksaan tekanan darah rutin sebagai langkah pencegahan primer dan pengendalian penyakit kronis (deteksi, pengobatan, dan pemantauan) agar lebih banyak penderita mendapat pengobatan yang efektif.
• Memobilisasi pelaku kesehatan, komunitas, dan pembuat kebijakan untuk memperluas akses layanan skrining, perawatan, dan pendidikan kesehatan sehingga upaya pengendalian hipertensi dapat berjalan terkoordinasi.
Pesan praktis (untuk publik)
• Periksa tekanan darah secara rutin; jika hasil tinggi, konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk diagnosis dan rencana pengobatan.
• Terapkan gaya hidup sehat: pengurangan garam, pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, hentikan rokok, dan kelola stres.[tribunnews]
• Dukung program skrining komunitas dan kampanye edukasi lokal agar lebih banyak orang sadar dan terlayani.
Konsultasi pada dokter spesialis penyakit Dalam RSUD Pandega Pangandaran
– dr. Erisanti Nurfarida, Sp.PD (Senin, Selasa, Rabu)
– dr. Fenandri Fadillah Fedrizal,. Sp.P.D (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat)
– dr. Dani Pernata, Sp.P.D (Sabtu)
