Pola Makan Bagi Pasien Ginjal dengan Terapi Hemodialisa oleh Nutritionis RSUD Pandega

Ngobrol Seputar Kesehatan
Ngobrol Seputar Kesehatan (Ngobatan) RSUD Pandega Pangandaran. Dok Instagram @rsud_pangandaran

DAILYPANGANDARAN – Pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Pandega Pangandaran membagikan pengetahuan bagi pasien pengidap ginjal. Dalam hal ini memberikan pengetahuan yang berkaitan dengan metode terapi Hemodialisa.

Dalam Ngobrol Seputar Kesehatan (Ngobatan) pada Kamis (13/05/2026) membahas seputar “Pengaturan Pola Makan Pada Pasien Ginjal dengan Terapi Hemodialisa” pemateri langsung oleh Lentri Fitri Mulyani, Nutritionis di RSUD Pandega Pangandaran.

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa memerlukan pengaturan pola makan khusus untuk menjaga status gizi, mencegah penumpukan zat berbahaya, dan mendukung proses terapi. Diet ini bertujuan mempertahankan keseimbangan metabolik, mengganti zat gizi yang hilang saat dialisis, serta mengendalikan kadar kalium, fosfor, natrium, dan cairan dalam tubuh.

Kebutuhan Energi dan Protein

Lentri Fitri Mulyani, Nutritionis di RSUD Pandega Pangandaran menyampaikan, pasien hemodialisa membutuhkan energi minimal 35 kalori per kilogram berat badan per hari untuk mencegah pemecahan protein menjadi energi.

Dalam asupan protein ditingkatkan menjadi 1–1,2 gram per kilogram berat badan per hari, dengan minimal 50% berasal dari protein bernilai biologis tinggi seperti telur, ikan, ayam tanpa kulit, daging, dan susu. “Protein tinggi diperlukan untuk mengganti asam amino yang hilang selama proses hemodialisa,” ucapnya.

Pembatasan Kalium, Fosfor, dan Natrium

Ia pun memberikan saran jika asupan kalium harus dibatasi, terutama jika produksi urin kurang dari 400 ml/hari atau kalium darah melebihi 5,5 mg/liter.

“Makanan tinggi kalium yang perlu dihindari antara lain pisang, alpukat, durian, air kelapa, bayam, kacang-kacangan, dan kentang,” terangnya.

Ia menjelaskan posfor dibatasi hingga 400–900 mg/hari karena kadarnya sering meningkat pada pasien hemodialisa. Natrium dibatasi 40–20 mEq/hari (1.560–2.730 mg/hari) untuk mencegah hipertensi dan edema. Hindari makanan asin, kemasan, dan tambahkan garam seminimal mungkin.

Pengaturan Cairan

Jumlah cairan yang dikonsumsi disesuaikan dengan pengeluaran: volume urin sehari ditambah 500 ml (untuk keringat dan cairan yang hilang saat dialisis). Konsumsi cairan termasuk air, kuah, jus, serta 50% kandungan air dari makanan padat.

Beikut ini Saran Praktis yang perlu diingatkan

• Masak sayuran dengan dipotong kecil, direndam air hangat 1 jam, dicuci kembali, lalu dimasak matang untuk menurunkan kalium.

• Makan secara teratur, pilih makanan menarik selera, dan utamakan bahan makanan segar daripada olahan.

• Contoh menu: nasi, ayam bumbu tomat, tumis sayuran; telur dadar; ikan bakar; roti panggang dengan mentega.

Pengaturan makan yang disiplin sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan meminimalkan komplikasi pada pasien hemodialisa.

Exit mobile version