Profil ASN Kabupaten Pangandaran 2025: Jumlah Pegawai Perempuan Unggul Jauh dari Laki-laki

DAILYPANGANDARAN – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis potret terkini tata kelola pemerintahan, struktur wilayah administratif, hingga sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk tahun 2025.

Secara administratif, Kabupaten Pangandaran membawahi 10 kecamatan yang menaungi 93 desa. Dari data sebaran wilayah, Kecamatan Langkaplancar memiliki jumlah desa terbanyak yaitu 15 desa, disusul Padaherang dengan 14 desa, dan Cimerak dengan 11 desa. Sementara itu, Mangunjaya tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah desa paling sedikit, yakni 5 desa. Struktur terbawah lingkungan masyarakat ditopang oleh 917 Rukun Warga (RW) dan 3.196 Rukun Tetangga (RT), dengan rasio rata-rata 3,49 RT per RW.

Pada ranah legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran diisi oleh total 40 kursi perwakilan rakyat yang terdiri dari 32 anggota laki-laki dan 8 perempuan. PDI Perjuangan menempati kursi terbanyak dengan 16 anggota (12 laki-laki, 4 perempuan), disusul Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Gerindra yang masing-masing memperoleh 5 kursi, PAN 4 kursi, PKS 3 kursi, serta PPP 2 kursi.

Beralih ke sektor Sumber Daya Manusia (SDM), total Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pangandaran per Desember 2025 tercatat sebanyak 5.424 orang. Dari jumlah tersebut, aparatur berjenis kelamin perempuan mendominasi dengan 3.474 orang (64%), sedangkan laki-laki berjumlah 1.950 orang (36%).

Berdasarkan status kepegawaiannya, ASN Pangandaran terbagi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 3.014 orang dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 2.410 orang. Jabatan Fungsional Guru menjadi formasi terbesar dengan total 2.648 orang (1.173 PNS dan 1.475 PPPK), diikuti Fungsional Medis sebanyak 1.167 orang (891 PNS dan 276 PPPK), serta Fungsional Teknis sebanyak 969 orang (358 PNS dan 611 PPPK).

Dari aspek kualifikasi pendidikan, mayoritas ASN berpendidikan tinggi, di mana lulusan S1 mendominasi sekitar 64%, disusul lulusan Diploma III (22%), dan S2/Pascasarjana (9%).

Terkait kinerja keuangan daerah, Pemkab Pangandaran mencatatkan realisasi penerimaan APBD tahun 2025 sebesar Rp1.196,124 miliar (sekitar Rp1,19 triliun), sementara realisasi belanja/pengeluaran daerah mencapai Rp1.389,673 miliar (sekitar Rp1,38 triliun) guna mengoptimalkan pelayanan publik serta percepatan pembangunan

1. Ulasan Administratif & Keuangan
Wilayah: 10 Kecamatan, 93 Desa.

Lingkungan Setempat: 917 RW, 3.196 RT (Rasio RT terhadap RW: 3,49).

Total ASN/PNS: 5.424 orang (Laki-laki: 1.950 orang, Perempuan: 3.474 orang).

Pendidikan Terbanyak: Lulusan S1 (sekitar 64% – 66%).

Keuangan Daerah (APBD 2025):

Realisasi Penerimaan: Rp1.196,124 miliar (Rp1,19 triliun)

Realisasi Pengeluaran: Rp1.389,673 miliar (Rp1,38 triliun)

2. Jumlah Desa per Kecamatan

Langkaplancar: 15 desa

Padaherang: 14 desa

Cimerak: 11 desa

Parigi: 10 desa

Kalipucang: 9 desa

Pangandaran: 8 desa

Sidamulih: 7 desa

Cigugur: 7 desa

Cijulang: 7 desa

Mangunjaya: 5 desa

Total PNS dalam Tabel Pendidikan: 2.833 orang (1.195 Laki-laki, 1.638 Perempuan).

Exit mobile version