Berita  

DPRD Pangandaran Minta Peringatan Hari Jadi ke-14 Disederhanakan di Tengah Bencana Kekeringan

DAILYPANGANDARAN — DPRD Kabupaten Pangandaran menyarankan agar seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran diselenggarakan secara sederhana.

Imbauan ini dikeluarkan mengingat sebagian besar wilayah masyarakat Pangandaran saat ini sedang berjuang menghadapi bencana kekeringan dan krisis air bersih.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengklarifikasi bahwa pihak legislatif tidak pernah menolak atau melarang perayaan ulang tahun daerah.

Namun, situasi prihatin warga menuntut semua elemen masyarakat dan jajaran pemerintah untuk menekan ego masing-masing demi mengutamakan penanganan bencana.

Asep menjelaskan bahwa peringatan milangkala tetap memiliki arti penting sebagai ajang evaluasi perjalanan daerah otonom baru (DOB) sejak ditetapkan pada 2012 silam.

Momentum peringatan harus difokuskan pada esensi utamanya, yakni menampilkan potensi produk lokal, memamerkan kekayaan budaya, mengevaluasi capaian kinerja pemda, serta merumuskan arah pembangunan satu tahun ke depan. Selain itu, perayaan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para tokoh pejuang pemekaran Pangandaran.

DPRD menekankan bahwa suasana meriah tidak harus diidentikkan dengan kegiatan berbiaya mahal. Seluruh agenda perayaan, termasuk karnaval, hendaknya dikemas hemat dan bersahaja tanpa menguras APBD.

 Dengan kemasan yang bijak, Pangandaran tetap dapat menjaga perayaan milangkala sebagai agenda daya tarik wisata daerah sekaligus menunjukkan solidaritas tinggi terhadap warga yang terdampak kekeringan.

Exit mobile version