DAILYPANGANDARAN – Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki “pembunuh senyap” karena sering kali tidak menunjukkan gejala jelas. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Seperti yang disampaikan pada akun instagram RSUD Pandega Pangandaran, ada empat gaya hidup yang sering kali menjadi pemicu utama hipertensi.
Berikut empat hal yang perlu diwaspadai:
1. Pola Makan Tinggi Garam dan Lemak Jenuh
Konsumsi garam berlebihan, terutama dari makanan olahan, mi instan, atau makanan cepat saji, membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah, yang berujung pada hipertensi. Selain itu, makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan dan daging berlemak dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, yang mempersempit aliran darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup yang malas bergerak atau kurang olahraga bisa meningkatkan risiko obesitas, yang merupakan faktor risiko utama hipertensi. Tanpa aktivitas fisik, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Olahraga teratur seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 30 menit per hari dapat membantu menjaga berat badan ideal, meningkatkan kesehatan jantung, dan menurunkan tekanan darah.
3. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Zat nikotin dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan membuatnya menyempit, sehingga tekanan darah meningkat. Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat merusak jantung dan pembuluh darah, yang secara langsung berkontribusi pada kenaikan tekanan darah.
4. Stres Berlebihan dan Kurang Tidur
Stres memicu tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara. Jika stres terjadi secara kronis, peningkatan ini dapat menjadi permanen. Kurang tidur juga terbukti memengaruhi kadar hormon stres dan memicu peradangan, yang keduanya dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Penting untuk diingat bahwa hipertensi bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu, lakukanlah pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan terapkan gaya hidup sehat untuk mencegah risiko komplikasi. RSUD Pandega Pangandaran kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk deteksi dini dan penanganan penyakit jantung, termasuk layanan kardiologi yang sedang dalam pengembangan.
Jika terjadi gejala diatas Konsultasikan ke RSUD Pandega Pangandaran pada dokter spesialis penyakit dalam ada dr. Erisanti Nurfarida, Sp. PD yang buka praktiknya pada Selasa dan Rabu. dr. Fenandri Fadillah Fedrizal, Sp. P.D dan dr. Dani Pernata, Sp.PD buka pada Senin-Sabtu.
