Berita  

Kamtibmas Religius, Polres Pangandaran dan MUI Komitmen Tekan Peredaran Miras

DAILYPANGANDARAN – Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, Rabu (21/1/2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di Ruang Zoom Mako Polres Pangandaran ini bertujuan mempererat sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Harun Al-Aziz, para Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Pangandaran, serta jajaran pejabat utama Polres Pangandaran, termasuk Kasat Intelkam AKP Agus Mulyadi, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP Didi Sutardi, dan Kasi Propam IPDA Maret Daniel.

Dalam sambutannya, Kapolres Pangandaran menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan MUI dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

AKBP Ikrar Potawari juga memaparkan sejumlah program unggulan bernuansa religius yang kini dijalankan Polres Pangandaran, seperti Shalat Jumat Keliling, Shalat Subuh Keliling (Suling) yang disertai sesi “Curhat bareng Kapolres”, hingga tradisi pembacaan Asmaul Husna secara rutin usai apel pagi.

“Program-program ini tidak hanya kami jalankan di tingkat Polres, tetapi sudah diimplementasikan hingga ke tingkat Polsek jajaran. Kami ingin menghadirkan sosok Polri yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis dan dekat dengan nilai-nilai spiritual,” ujar AKBP Ikrar.

Lebih lanjut, Kapolres secara rendah hati menitipkan seluruh personelnya kepada para ulama agar senantiasa dibimbing dan diingatkan. “Kami mohon dukungan para kyai dan ulama untuk terus membina personel kami di lapangan. Jika ada kekhilafan, jangan segan untuk menegur kami. Keterbukaan komunikasi adalah kunci membangun Polri yang dipercaya umat,” tambahnya.

Gayung bersambut, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Harun Al-Aziz, mengapresiasi langkah proaktif Polres Pangandaran. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama(tokoh agama) dan umara(pemerintah/pemimpin) demi kemaslahatan masyarakat.

“MUI mendukung penuh program keagamaan yang digagas Polres Pangandaran. Sinergi ini sangat krusial dalam membina akhlak masyarakat dan menjaga ketertiban umum,” kata KH Harun.

Dalam forum diskusi tersebut, para Ketua MUI Kecamatan turut menyampaikan aspirasi terkait tantangan sosial di lapangan. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi penguatan pengamanan kegiatan keagamaan, pemberantasan judi online, serta penertiban peredaran minuman keras (miras) menjelang bulan suci Ramadan.

MUI juga memberikan catatan khusus mengenai tradisi penyediaan miras dalam hajatan warga serta mengharapkan penertiban warung makan di siang hari saat Ramadan dilakukan secara persuasif dan mengedepankan etika.

Menanggapi masukan tersebut, Kapolres menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat.

Ia berjanji akan mengambil langkah-langkah preventif dan edukatif, serta penegakan hukum yang terukur guna mewujudkan Pangandaran yang aman, kondusif, dan religius.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa keharmonisan sosial di Pangandaran merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga melalui komunikasi yang intensif antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.