DAILYPANGANDARAN – Bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Salah satu penyakit yang patut diwaspadai karena risikonya meningkat drastis saat musim hujan dan banjir adalah Leptospirosis, atau yang secara umum dikenal sebagai penyakit kencing tikus.
Apa Itu Leptospirosis?
Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dibawa oleh hewan, terutama tikus, dan dikeluarkan melalui urinenya.
RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan bahwa banjir menjadi sarana penyebaran utama penyakit ini karena saat air meluap, tikus keluar dari sarangnya (seperti selokan dan lubang tanah), sehingga urine yang mengandung bakteri bercampur dengan genangan air yang bersentuhan dengan manusia.
Bagaimana Penularannya?
Bakteri Leptospira dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui:
- Luka terbuka: Kulit yang lecet atau tergores.
- Selaput lendir: Kontak melalui mata, hidung, atau mulut.
- Kontak langsung: Bersentuhan dengan air banjir, tanah becek, atau lumpur yang telah terkontaminasi urine tikus.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada awal tahun 2026 ini, leptospirosis tetap menjadi ancaman serius, terutama di wilayah rawan genangan. Masyarakat diminta peka terhadap gejala awal yang sering kali menyerupai flu (flu-like symptoms), antara lain:
- Demam tinggi mendadak.
- Nyeri otot yang hebat, terutama pada bagian betis.
- Mata tampak menguning.
Peringatan: Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi fatal seperti gagal ginjal, kerusakan hati (jaundice), hingga kematian.
Langkah Pencegahan Mandiri
RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah proteksi diri berikut saat beraktivitas di area terdampak banjir:
- Gunakan Alat Pelindung: Selalu gunakan sepatu bot dan sarung tangan karet jika terpaksa harus melewati genangan atau membersihkan sisa banjir.
- Kebersihan Diri: Segera cuci tangan dan kaki menggunakan sabun di bawah air mengalir setelah kontak dengan air kotor.
- Keamanan Pangan: Pastikan makanan dan minuman selalu tertutup rapat agar tidak dihinggapi atau terkontaminasi oleh tikus di dalam rumah.
- Tutup Luka: Pastikan luka terbuka dibalut dengan perban kedap air.
Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat jika Anda mengalami gejala demam setelah beraktivitas di area banjir. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
