Berita  

Polres Pangandaran Bangun Jembatan Setia untuk Akses Ekonomi dan Pendidikan

Jembatan penghubung antara dua desa di Kabupaten Pangandaran.
Jembatan penghubung antara dua desa di Kabupaten Pangandaran. Dok. Humas Polres Pangandaran

DAILYPANGANDARAN – Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran membangun jembatan penghubung untuk membuka kembali akses warga yang sudah lama terputus. Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Putrapinggan dengan Desa Ciparakan di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial, dan pertanian. Selama ini, warga terpaksa melintasi sungai dangkal karena tidak adanya jembatan.

400 Siswa Terdampak

Setidaknya, ada sekitar 400 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang melewati jalur tersebut setiap harinya. Akses penting ini diharapkan segera mendapatkan “denyut” baru melalui pembangunan tersebut.

Secara gotong-royong, Polres Pangandaran akan membangun jembatan tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, hari ini Kapolres Pangandaran telah melakukan peletakan batu pertama bersama warga setempat.

Sebelumnya, warga harus berjalan kaki menyeberangi sungai dengan ketinggian air 30-50 cm. Saat banjir atau hujan deras, warga terpaksa memutar jalan dengan jarak yang jauh.

Bahkan, para siswa sering kali terpaksa tidak sekolah karena kondisi sungai yang dianggap berbahaya. Merespons laporan warga, Polres Pangandaran langsung meninjau lokasi jembatan penghubung antardesa tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami meletakkan batu pertama bersama warga setempat untuk pembangunan jembatan yang akan diberi nama Jembatan Setia,” ucap Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potowari, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, rencana pembangunan ini merupakan bentuk implementasi instruksi Presiden Republik Indonesia untuk membantu pembangunan infrastruktur di desa-desa.

“Untuk itu, kami menginisiasi pembangunan jembatan ini demi menyelamatkan akses bagi 400 pelajar yang setiap hari lalu-lalang berangkat sekolah,” tambahnya.

Ia menceritakan bahwa jembatan sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga roboh, sehingga menghambat aktivitas dan membahayakan keselamatan warga.

“Khususnya anak-anak sekolah, dari jenjang SD hingga SMK, yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk menuntut ilmu,” kata Ikrar.

Pembangunan Jembatan Setia ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar warga terkait keselamatan, pendidikan, dan perekonomian.

Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai urat nadi aktivitas masyarakat antardesa. Oleh karena itu, Polres Pangandaran berkomitmen mengawal proses pembangunan hingga selesai agar dapat segera dimanfaatkan secara aman dan layak.

Anggaran Pembangunan Jembatan

Informasi yang diterima, jembatan akan dibangun di atas sungai selebar 10 meter dengan kedalaman air 30 hingga 50 sentimeter. Selain dua desa tersebut, jalan ini juga menjadi akses utama bagi warga Desa Tunggilis dan Desa Sukahurip.

Ikrar menjelaskan, Jembatan Setia direncanakan memiliki panjang 20 meter dan lebar 1,2 meter. Adapun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disiapkan adalah sebesar Rp150 juta.

Editor: Aldi Nur Fadillah