Pangandaran Creative Space: Oase Kreativitas yang Mulai Terbengkalai

Pangandaran Creative Space
Pangandaran Creative Space (PCS) kini. dailypangandaran.com

DAILYPANGANDARAN – Terletak tidak jauh dari destinasi wisata utama, kawasan ini memiliki Pangandaran Kreatif Space (PCS), sebuah ruang publik yang menjadi titik temu bagi para pelaku industri kreatif.

Di PCS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran telah menyediakan berbagai fasilitas publik. Di antaranya adalah lapangan bola basket, panggung kreatif, pojok baca, area skateboard, tempat duduk, hingga kedai kopi.

Fasilitas dan Aktivitas Kreatif

Lokasi tersebut biasanya mulai aktif pada sore hari dengan beragam aktivitas. Lapangan basket sering kali dipenuhi oleh siswa dan warga yang melakukan eksibisi atau latihan rutin. Di sudut taman, para penari dari berbagai sanggar juga kerap melakukan sesi latihan.

Tak kalah penting, kedai kopi di tempat tersebut selalu ramai oleh mereka yang bekerja secara remote atau digital nomad. Selain sebagai tempat berkumpul dan menyesap kopi, tersedia pula sudut perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup lengkap.

Kendala Perawatan dan Kerusakan Fisik

Namun, saat ini sebagian bangunan di kawasan PCS mulai terlihat tidak terurus. Salah satunya adalah bangunan di atas Kedai Litera yang atapnya mulai ambruk lantaran sudah lama tidak aktivasi.

Padahal, sebelumnya ruangan tersebut merupakan tempat pertemuan dan rapat bagi sejumlah organisasi di Pangandaran.

Kondisi trotoar di sekitar taman PCS pun sudah mulai mengalami kerusakan. Pengunjung harus lebih berhati-hati saat melewati bagian trotoar yang berlubang. Meski demikian, hingga saat ini PCS masih aktif dikunjungi warga. Bahkan, siswa sekolah dasar (SD) di sekitar taman tersebut sering menggunakan lahan ini untuk aktivitas olahraga.

Masalah Keamanan dan Vandalisme

Taman PCS yang menempati bekas lahan Puskesmas Pangandaran (kini pindah ke Babakan) tersebut kini ternoda oleh aksi vandalisme. Tembok luar lapangan basket banyak coretan tulisan tidak senonoh yang merusak estetika taman. Aksi vandalisme ini membuat suasana PCS terasa sedikit suram.

Meski beberapa lampu taman sudah mulai diperbaiki, warga tetap mengeluhkan kondisi lampu yang sering mati.

Ian Arianto, pengelola Kedai Litera, menyebutkan bahwa saat lampu taman padam, area tersebut terkadang menjadi tempat kenakalan remaja.

“Sering menjadi tempat kenakalan remaja. Biasanya saya menemukan botol miras, sisa rokok, dan sejumlah barang tidak semestinya,” ujar Ian, belum lama ini. 

Bahkan, beberapa waktu lalu kedainya sempat kehilangan sejumlah barang. “Saat malam hari kami tidak tahu kondisinya karena tutup jam 22.00 WIB. Biasanya banyak yang nongkrong, terutama di dekat area skateboard,” tambahnya.

Ian berharap ke depan berharap fasilitas utama seperti trotoar, lampu, toilet, dan bangunan perpustakaan yang atapnya ambruk segera ada perbaikan.

“Lampu-lampu yang mati juga harus segera ada perbaikan agar tidak menjadi lokasi kenakalan remaja,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLHK Pangandaran, Irwansyah, menyatakan bahwa perbaikan taman sudah mulai secara bertahap, khususnya untuk penerangan dan pengecatan. “Namun, untuk perbaikan bangunan fisik secara menyeluruh memang belum dilakukan,” ungkapnya singkat melalui pesan WhatsApp.