DAILYPAGANDARAN – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran kembali memicu terjadinya bencana alam. Pada Sabtu malam, sebuah tebing di jalur utama Padaherang-Panyutran dilaporkan longsor. Meski tidak ada korban jiwa, material longsor sempat melumpuhkan aktivitas warga setempat.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur selama kurang lebih tiga jam pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, mengakibatkan tanah longsor di Dusun Burujul, Desa Padaherang, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ini pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, Ajat dan Ade. Titik longsor dilaporkan berada tepat di depan Kantor Desa Padaherang, berbatasan langsung dengan bangunan SD Negeri 4 Padaherang.
Akibat kejadian ini, pondasi tebing penahan jalan mengalami kerusakan serius. Material tanah yang menutup badan jalan sempat memutus akses transportasi masyarakat yang biasa melintasi jalur Padaherang menuju Panyutran.
Upaya Penanganan
Hingga pukul 20.30 WIB, personel Tagana Kabupaten Pangandaran bersama aparatur desa dan warga sekitar langsung bergerak cepat melakukan proses asesmen serta kerja bakti secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong-royong menyingkirkan material tanah agar jalan dapat kembali dilalui oleh kendaraan, meski masih secara terbatas.
Informasi Korban & Kerusakan
Beruntung, dalam musibah ini dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, melihat volume material yang cukup besar, petugas di lapangan menyebutkan bahwa kebutuhan akan alat berat berukuran mini sangat mendesak untuk mempercepat proses pembersihan jalan secara total.
Warga dihimbau untuk tetap waspada saat melintasi area tersebut, mengingat kondisi tanah yang masih labil di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.





