DAILYPANGANDARAN – Menjajal wisata Pangandaran tentu yang pertamakali dikunjungi pantai barat. Namun, pernah kah mencoba untuk mengunjungi wilayah bagian timur.
Pantai Timur Pangandaran seringkali menjadi titik temu atau lintasan untuk menuju pantai barat. Padahal wilayah tersebut terdapat wisata tersembunyi. Pasir putih di pesisir tersebut hanya menjadi tempat bersandarnya perahu nelayan.
Padahal, jika Pantai Timur kawasanya dibuka secara menyeluruh menjadi destinasi wisata, sangat mempunyai potensi. Sementara ini, Pantai Timur menjadi wilayah untuk perahu nelayan bersandar, tempat nelayan mencari ikan dan wahana water sport.
Selain itu, Pantai Timur juga menjadi pusat oleh-oleh seafood di Pangandaran. Namun, jika sejenak memandang ke arah pantai banyak potensi yang dapat digali di wilayah tersebut.
Pantai Timur menjadi spot menyaksikan sunrise, bahkan dalam momen tertentu panorama gunung Slamet bakalan terlihat jelas dari pesisir tersebut. Ditengah-tengah pantai Timur terdapat tipografi bertulisan Pangandaran Sunrise. Titik Pangandaran sunrise masih menjadi spot favorit wisatawan untuk menikmati sinar matahari terbit.
Aktivitas yang dapat wisatawan dilakukan di Pantai Timur sebetulnya cukup banyak sekali, salah satunya menyaksikan nelayan ered, memakan surabi dan kelapa muda depan pesisir, wahana water sport, jogging sepanjang trotoar dan menjadi lokasi oleh-oleh olahan seafood.
Surga Tersembunyi itu Pasir Putih Timur
Saat menuju Pantai Timur Pangandaran, tepatnya samping Cagar Alam Pananjung, mata tertuju pada pemandangan indah pasir putih. Sayangnya, tepat diatas pasir tertutup perahu-perahu nelayan dan gundukan sampah.
Padahal, apabila dibersihkan berpotensi menjadi spot untuk sekedar menikmati suasana pantai. Meski demikian, dahulu menjadi area bermain bagi warga lokal sebari menunggu orangtuanya melaut.
Andi Nuroni (38) mengaku sangat menikmati kondisi indahnya Pantai Timur Pangandaran sejak usia masih duduk dibangun sekolah. Sesekali, ia pun melakukan aktivitas berenang di pesisir pasir putih pantai timur sebari menunggu orang tua melaut.
“Kan dulu orang tua nelayan cumi, jadi kan gak terlalu temgah. Saya dan teman lainnya sambil menunggu bapak melaut berenang di pesisir pasir putih,” ucap Andi, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, Pantai Timur mempunyai karakter yang berbeda dengan pantai lainnya di Pangandaran. “Karena mempunyai jenis pasir yang berbeda, sebelah cagar alam warnanya putih, sebelah paling timur ke arah Cikidang warnanya sudah hitam,” katanya.
Warga lainnya, Satimin (43) mengatakan sejak kecil saat weekend selalu bermain di Pantai Timur karena lokasinya memang strategis juga. “Sejak dulu sudah ada perahu nelayan dan bagang disini, padahal ditengahnya banyak terumbu karang yang cantik,” kata Amin.
Sekilas, Pantai Timur Pangandaran memang terlihat biasa saja, tetapi jika dijelajahi dari Cagar Alam Pananjung hingga pelabuhan Cikidang banyak terdapat spot untuk menjadi destinasi wisata. Bahkan bisa untuk sekedar menikmati suasana.
Di kawasan tersebut juga dekat ke destinasi alternatif seperti Akuarium Indonesia, Cagar Alam, Jembatan Merah dan pelelangan ikan. Disana wisatawan bisa menyaksikan aktivitas jual beli ikan skala besar di lokasi tersebut.
Respon Pemkab Pangandaran
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran Dadan Sughista mengatakan untuk kajian penataan wisata pantai timur masih dalam pembahasan. “Kalo rencana konsepnya belum, tapi akan kita bahas,” ucap Dadan saat dihubungi.
Menurutnya, kedepan akan dipikirkan melihat situasi kondisi saat ini. “Tentu masukan-masukan kami terima untuk penataan wisata disini,” katanya.
