Berita  

Kue Berjamur dan Pisang Mentah, Menu MBG Keringan di Pangandaran Diprotes

Menu MBg
Menu MBG kue bas dan pisang mentah. Dok orang tua siswa.

DAILYPANGANDARAN – Menu makan bergizi gratis (MBG) keringan untuk siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran buat orang tua kecewa. Lantaran di kue dan pisang tak layak konsumsi.

Kondisi ini membuat sejumlah orang tua merasa kecewa dan memohon perpindahan dapur MBG. Hal tersebut dirasakan di salah satu sekolah TK swasta di Desa wilayah Kecamatan Parigi.

Dilihat pada vidio berdurasi 13 detik yang diterima redaksi, memperlihatkan menu makanan berupa kue putu ayu. Namun kondisinya terlihat berjamur dan basi.

Keluhan itu disampaikan salah satu orang tua siswa di TK swasta, yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku kecewa karena menu MBG yang biasanya layak tiba-tiba saat ramadan ini ada makanan basi.

“Ini te kira-kira (gak kira-kira) masa buat anak kecil dikash kue yang sudah berjamur dan basi,” ucap salah satu orang tua di Parigi, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, menu yang disajikan hari ini untuk dua hari hanya kue putu ayu, pizza roti, susu kemasan full cream dua dan pisang mentah. “Catatanya lagi untuk dua hari dikasih kue basi dan pisang mentah, udah gak rasional menunya,” katanya.

Ia mengungkapkan jika kejadian menu basi bukan yang pertamakalinya, tapi sudah pernah. “Kalo yang sebelumnya itu dari buah,” katanya.

Dia pun menerangkan, kondisi kue putu ayu yang basi dan berjamur itu pertamakali ketahuan setelah diterima. “Kirain saya cuman, saya doang. Pas cek grup WA semua juga sama. Sangat meyayagkan, dan kami berharap pindah dapur saja. Sudah ada yang melaporkan,” ucapnya.

Daikypmencoba menelusuri asal dapur yang menyajikan menu MBG keringan basi. Dapur tersebut berasal dari SPPG di wilayah Desa Parigi.

Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Pangandaran, Virgin Kristina Ayu membenarkan kejadian tersebut di dapur MBG wilayah Parigi. Mendengar laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak dapur.

“Sudah dikonfirmasi terkait hal tersebut kami terima,” kata Virgin melalui aplikasi perpesanan.

Ia menambahkan, pihak sekolah penerima manfaat pun sudah dihubungi dan diminat agar tidak dimakan.

“Sudah dikomunikasikan dengan pihak sekolah juga, bahwa makanan yang tidak layak agar tidak dimakan dan SPPG akan mengganti nya,” ucap Virgin.

Ketika ditanya soal pengawasan dan peran ahli gizi, pihaknya tidak menjawab.

Respon Pemda Pangandaran

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Pangandaran Solih mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya kejadian tersebut, dan akan melakukan penyampaian data dan fakta kepada pimpinan.

“Tentu laporannya saya terima dan akan disampaikan,” ucapnya saat dihubungi.

Setelah laporan disampaikan, ia pun akan memeriksa ke satuan pendidikan terkait untuk mengkonfirmasi. “Tentu kami juga terimakasih kepada warga sebagau pengawas langsung di lapangan. Kejadian ini akan kami laporakan,” katanya.