DAILYPANGANDARAN – Tantangan ekonomi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong upaya penguatan kemandirian pangan di tingkat daerah.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran menggelar aksi penanaman komoditas pangan alternatif untuk mitigasi potensi inflasi harga kebutuhan pokok.
Aksi ini dipusatkan di lahan seluas satu hektar di perbatasan Tarikolot-Banjarsari. Dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Jeje Wiradinata, kegiatan ini mengimplementasikan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Beliau meminta seluruh struktur partai membina kebun untuk jaminan ketersediaan pangan masyarakat.
“Kami ingin memahami kembali hakikat dan nilai luhur petani. Hari ini, kami menanam jagung, singkong, dan ubi jalar sebagai pendamping padi,” ujar Jeje—mantan Bupati Pangandaran dua periode—saat penanaman pekan lalu.
Ancaman Inflasi
Jeje menekankan, kenaikan BBM hingga 20-30 persen mengancam stabilitas harga pangan. Secara historis, biaya transportasi logistik yang melonjak selalu memicu harga kebutuhan dasar di pasar tradisional.
Melalui program kebun binaan ini, PDI Perjuangan—berlambang banteng moncong putih—berharap masyarakat punya alternatif karbohidrat saat harga beras fluktuatif.
“Jika gejolak harga terjadi, masyarakat sudah punya cadangan pangan di ladang sendiri,” tambahnya.
Kembali ke Alam
Gerakan ini juga mengajak masyarakat kembali ke alam dan optimalisasi lahan produktif. Jeje tampak berbaur dengan pengurus dan anggota Fraksi DPRD saat beraktivitas di ladang.
Rencana serupa akan meluas, termasuk pembukaan lahan baru di Langkaplancar pekan depan. Hasil panen diproyeksikan tiga-empat bulan lagi, untuk dinikmati bersama masyarakat lewat tradisi lokal. Bagi Jeje, turun ke ladang memberi perspektif nyata soal perjuangan petani.
“Tidak mudah menjadi petani. Ini kerja keras yang butuh konsistensi untuk kedaulatan pangan kita,” pungkasnya.
