Melihat Sisa Jembatan Jalur KA Banjar-Cijulang di Cikembulan yang Mulai Rapuh

Sisa jembatan Kereta Api
Sisa Jembatan Kereta Api KA Banjar-Cijulang. dailypangandaran Senin (25/5/2026).

DAILYPANGANDARAN – Jalur kereta api atau KA Banjar-Cijulang menyisakan sejumlah cerita. Sisa-sisa bekas operasional ular besi itu kini tinggal kenangan.

Di Kabupaten Pangandaran sejumlah peninggalan yang tersisa bekas operasional kereta Belanda itu masih ada beberapa bangunan, stasiun, terowongan hingga jembatan. Namun, kondisinya ada yang masih kokoh dan sudah mulai rapuh.

Kondisi bangunan kokoh era Belanda yang masih utuh diantaranya terowongan Wihelmina di Kalipucang, Terowongan Hendrik, Terowongan Juliana, Stasiun Kalipucang, Pangandaran, Cijulang, Jembatan KA Cikacepit, Cijulang dan Cikembulan.

Jembatan KA Parigi-Cijulang saat ini masih terlihat berdiri kokoh, meski struktur besinya sudah mulai rapuh, bangunan tersebut masih terlihat estetik. Jalur KA Banjar-Cijulang 82 Km itu dibangun pada 18 juli 1911 dengan jarak 77,78 Km yang semula hanya Banjar hingga Parigi. Kemudian jalurnya ditambah sejauh 4,37 Km hingga Cijulang pada 6 Juni 1919.

Dalam tahapan pembukaan operasional KA Banjar-Cijulang dilakukan beberapa tahap yang pertama Banjar-Kalipucang sejauh 43,19 Km pada 15 Desember 1916, Kalipucang-Parigi 34,38 Km pada 1 Januari 1921, Parigi-Cijulang 4,38 Km pada 1 Juni 1921.

Mulai lagi pembangunan Kalipucang-Parigi 34,38 Km pada 1 Januari 1921. Jadi, jembatan kereta api tersebut termasuk salah satu tempat kedua dalam progres pembangunan.

Kepala Bidang Budaya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran Sugeng mengatakan peninggalan bangunan Kereta Api (KA) saat ini sudah tercatat sebagai cagar budaya, karena usianya sudah lebih dari 50 tahun. “Semua sudah tecatat, dan sempat diajukan menjadi cagar budaya benda dari mulai terowongan Wilhelmina sampai Cijulang,” ucap Sugeng, Jumat (22/05/2026).

Menurutnya, untuk beberapa titik jalur kereta api memang sudah mulai ada yang hilang besi-besinya diambil oleh orang tak bertanggungjawab. “Sebagian hilang dan ada juga yang dibawa,” katanya.

Ia berharap semua aset KA bisa dijaga sama-sam agar tetap lestari.

Exit mobile version