DAILYPANGANDARAN – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Pangandaran sekaligus Koordinator Panitia Hajat Laut, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan keterangan resmi mengenai kesiapan dan seluruh rangkaian agenda Hajat Laut Kabupaten Pangandaran Tahun 2026.
Melalui surat resmi Nomor 09.A/Pan-SN/PND/2026, Jeje memastikan tradisi tahunan ini dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari nelayan, seniman, warga lokal, hingga tokoh-tokoh penting daerah dan nasional.
Menurut Jeje, perayaan adat yang menjadi simbol rasa syukur dan ruang silaturahmi para nelayan ini sebenarnya sudah mulai bergulir sejak Minggu, 7 Juni 2026.
“Kami membuka rangkaian ini lebih awal lewat agenda olahraga, yakni kompetisi Beach Volleyball Nelayan yang diadakan setiap hari di Pantai Barat, tepat di depan Nanjung Sari, di bawah pengawasan tim lapangan,” ujar Jeje dalam keterangannya.
Fokus Syiar dan Seni pada Hari Senin
Menuju puncak acara, Jeje menjelaskan bahwa pada Senin, 15 Juni 2026, aktivitas akan langsung dipusatkan di beberapa titik sejak pagi hari. Panitia memulai persiapan pada pukul 06.30 WIB di Tenda Utama, disusul pembukaan berbagai cabang lomba kebudayaan dan keagamaan secara serentak mulai pukul 07.30 WIB.
“Pada hari Senin tersebut, fokus kami adalah pembinaan bakat, seni tradisional, dan syiar,” kata Jeje.
Berdasarkan agenda, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akan menjadi lokasi Lomba Melukis, sementara Tenda Utama digunakan untuk Lomba Mengarang. Di tempat lain, Tenda GPM menggelar kompetisi Pildacil, Panggung Utama diisi lomba seni suara tradisional Pupuh, dan Masjid Baiturahman menjadi pusat Lomba Tilawah Qur’an. Seluruh agenda hari Senin ini berada di bawah koordinasi tim panitia yang dipimpin oleh Annisa, Ipan Jaenab, dan Dyah.
Karnaval Dongdang dan Istighosah Jadi Motor Hari Selasa
Memasuki Selasa, 16 Juni 2026, Jeje menyebut hari ini sebagai momen mobilisasi massa terbesar karena adanya Karnaval Dongdang. Sejak pukul 06.30 WIB, pos-pos registrasi krusial sudah dibuka. Di Plaza Air Mancur Pantai Timur, panitia melayani pendaftaran Gelar Pangan Murah, Lomba Tumpeng, Lomba Pindang Gunung, dan Kebaya. Di saat bersamaan, Sentral Parkir Eks Pasar Wisata membuka pendaftaran dan pengurutan barisan untuk Karnaval Dongdang.
Jeje menekankan bahwa aspek spiritual tetap menjadi hal utama sebelum perayaan fisik dimulai. “Setelah persiapan, pada pukul 08.30 WIB kita dahulukan doa bersama melalui Istighosah di Tenda Utama yang dipimpin oleh Datam Sutarjo,” jelasnya.
Tepat pukul 09.15 WIB, iring-iringan Karnaval Dongdang akan dilepas secara resmi dari Sentral Parkir menuju Pantai Timur. Parade hingga tengah hari ini akan menyajikan pertunjukan Marching Band, irisan nomor urut peserta, hingga penilaian Kebaya.
Prosesi Inti: Adat, Seremonial, dan Larung Sesaji
Sebagai koordinator utama, Jeje menjabarkan detail Acara Puncak Hajat Laut yang dimulai tepat pukul 12.25 WIB di Tenda dan Panggung Utama. Acara dibuka dengan Tari Penyambutan oleh Disparbud, diikuti seremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Sesi sambutan kehormatan akan diisi berturut-turut mulai pukul 12.40 WIB oleh Jeje Wiradinata selaku Ketua HNSI, dilanjutkan oleh tokoh nasional asal Pangandaran, Susi Pudjiastuti, dan ditutup oleh Sambutan Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H. Setelah suguhan Tari Kolosal Rengganis dan doa penutup, panitia bergerak menuju prosesi ritual utama.
“Pukul 13.35 WIB, kita langsung laksanakan prosesi sakral, yaitu Tabur Bunga ke Laut atau larung sesaji, Lomba Dayung, dan Karnaval Perahu Hias di Pantai Timur,” tutur Jeje.
Rangkaian ritual adat ini kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng simbolis serta penilaian kuliner lokal di Pelataran Air Mancur Pantai Timur, yang turut disaksikan oleh Anggota DPR RI, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, beserta tim juri.
Pesta Rakyat dan Penutupan Seni Ronggeng Gunung
Tidak sekadar ritual, Jeje mengonfirmasi bahwa Hajat Laut 2026 dilengkapi dengan rangkaian perlombaan rakyat yang siap menghibur wisatawan di sepanjang Pantai Timur dan Pantai Barat mulai pukul 13.00 WIB. Perlombaan tersebut meliputi Grand Final Beach Volleyball, lomba Renang, Tarik Tambang, kompetisi Menangkap Meri (bebek), serta permainan tradisional Tekos dan Paddle Board.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian besar ini, kegiatan sosial dan malam kebudayaan dipusatkan di TPI Cikidang mulai pukul 19.00 WIB. Acara malam hari diawali dengan Santunan Anak Yatim dan Jompo, dilanjutkan pengumuman para pemenang lomba pada pukul 19.30 WIB.
“Dan sebagai puncak hiburan sekaligus pelestarian tradisi, Hajat Laut Pangandaran tahun ini resmi kita tutup dengan pertunjukan seni Ronggeng Gunung yang akan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB,” pungkas Jeje Wiradinata.
