Antisipasi DBD, RSUD Pandega Pangandaran Gencarkan Edukasi di Hari ASEAN Dengue Day

Ilustrasi hari demam berdarah
Ilustrasi hari demam berdarah. Instagram @rsud_pangandaran

DAILYPANGANDARAN – Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Pangandaran. Menyikapi hal tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran memanfaatkan momentum peringatan ASEAN Dengue Day pada pertengahan Juni ini untuk mengintensifkan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas. Langkah ini diambil guna menekan angka penyebaran kasus di lingkungan warga.

Manajemen RSUD Pandega Pangandaran mengonfirmasi bahwa edukasi secara berkala sangat krusial dalam membangun kesadaran kolektif. Pihak rumah sakit mengingatkan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama cepatnya perkembangbiakan nyamuk *Aedes aegypti*.

Melalui tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), RSUD Pandega aktif memberikan penyuluhan langsung kepada para pasien dan pengantar di ruang tunggu poliklinik. Warga diimbau untuk konsisten menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus. Langkah tersebut meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta menghindari gigitan nyamuk menggunakan losion anti-nyamuk.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa penanganan DBD tidak hanya bertumpu pada perawatan medis di rumah sakit, melainkan harus dimulai dari pencegahan dini di lingkungan rumah. Dengan literasi kesehatan yang baik, masyarakat diharapkan dapat mengenali gejala awal DBD dengan cepat.

Gejala klinis yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan munculnya bintik merah pada kulit. Warga diimbau untuk segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala tersebut agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Exit mobile version