DAILYPANGANDARAN – Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pangandaran atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) menunjukkan tren pertumbuhan positif selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, total nilai PDRB Pangandaran berhasil menembus angka Rp16,75 triliun, atau tepatnya sebesar Rp16.758,24 miliar.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran, nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan capaian tahun 2021 yang berada pada angka Rp12,12 triliun, serta tahun 2024 sebesar Rp15,47 triliun.
Sementara itu, PDRB atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tahun 2010 yang merepresentasikan pertumbuhan ekonomi secara riil tanpa pengaruh inflasi juga mengalami kenaikan dari Rp9,32 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp9,85 triliun pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan ekspansi ekonomi daerah yang solid.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi pilar utama perekonomian Kabupaten Pangandaran. Pada tahun 2025, sektor ini menyumbangkan Rp4,51 triliun atau setara dengan 26,97 persen dari total PDRB daerah. Kontribusi sektor tersebut mengalami peningkatan dari angka 25,60 persen pada tahun 2024.
Selain sektor agraris dan kelautan, sektor-sektor penopang industri pariwisata di Pangandaran mencatatkan pertumbuhan yang pesat. Pertama, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai Rp3,10 triliun (18,52 persen).
Kedua, sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp2,32 triliun (13,90 persen), meningkat dari posisi 11,57 persen pada tahun 2021. Ketiga, sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum (kuliner dan perhotelan) mencapai Rp1,74 triliun (10,41 persen). Tren pada sektor perhotelan dan kuliner ini menunjukkan kenaikan konsisten dari angka 9,59 persen pada tahun 2021.
Terakhir, sektor konstruksi menyumbangkan Rp1,30 triliun atau sebesar 7,81 persen terhadap total PDRB.
BPS mencatat bahwa sinergi antara sektor agraris (pertanian-perikanan) dan jaringan pariwisata (perdagangan, transportasi, akomodasi, serta kuliner) menyumbang lebih dari 69 persen dari total aktivitas ekonomi di Kabupaten Pangandaran.
Pertumbuhan yang stabil ini diharapkan dapat terus mendorong terciptanya lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir Jawa Barat tersebut.





