DAILYPANGANDARAN — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi IPB University PangandaranKab08 menyelenggarakan pelatihan pembuatan totebag ecoprint bertajuk “Eco Craft (Ecoprint Creativity and Green Fashion Craftmanship)”. Kegiatan ini ditujukan bagi para siswa kelas 6 SDN 1 Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa (22/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 66 siswa tersebut merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN yang tergabung dalam program DIKTISAINTEK Berdampak. Program ini bertujuan untuk mengenalkan teknik ecoprint sebagai bentuk kreativitas berbasis bahan alam yang ramah lingkungan.
Dalam pelatihan ini, para siswa diajak mempraktikkan langsung teknik pemukulan daun atau pounding. Proses ini merupakan teknik mencetak motif dari daun asli ke permukaan kain totebag dengan cara dipukul secara perlahan hingga warna dan bentuk daun tercetak alami di atas kain. Teknik tersebut dipilih karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, sehingga aman dan mudah dipraktikkan oleh anak-anak.
Penanggung jawab program, Pelangi Salsabila Estrela, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan potensi ekonomi kreatif berbasis lingkungan kepada siswa sejak usia sekolah dasar. “Kami ingin siswa/i tidak hanya paham soal menjaga lingkungan, tapi juga melihat bahwa bahan-bahan alami di sekitar mereka bisa diolah menjadi produk yang punya nilai jual,” kata Salsabila melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/8/2026).
Sebelum praktik dimulai, para siswa terlebih dahulu diberikan pengenalan mengenai konsep ecoprint dan manfaat penggunaan bahan alami dalam industri kreatif. Selanjutnya, mereka dibimbing untuk memilih daun-daun yang tersedia, menata pola di atas kain totebag, kemudian melakukan proses pounding hingga menghasilkan motif alami sebagai produk akhir yang dapat dibawa pulang.
Desa Babakan sendiri merupakan wilayah pesisir dengan luas 6,04 km² yang terbagi dalam 5 dusun, 17 RW, dan 69 RT, dengan jumlah penduduk mencapai 11.103 jiwa. Sebagai desa yang tengah dikembangkan menjadi desa wisata berbasis community-based tourism, program pengenalan ekonomi kreatif seperti Eco Craft dinilai relevan untuk mendukung potensi UMKM dan industri kreatif lokal.
Antusiasme para siswa terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Mereka tampak bersemangat memilih daun dan menata pola di atas totebag masing-masing, sebelum akhirnya bergantian mempraktikkan teknik pemukulan daun dengan bimbingan mahasiswa KKN.
Program Eco Craft menjadi salah satu dari beberapa proyek kerja unggulan Kelompok PangandaranKab08 selama masa KKN di Desa Babakan. Program lainnya mencakup BASARI (Bank Sampah dan Pantai Resik), Sekolah Mangrove (edukasi lingkungan pesisir bagi anak-anak), serta PEDATI (Pemetaan dan Transaksi Digital) untuk mendukung digitalisasi UMKM setempat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kepedulian sekaligus keterampilan siswa Desa Babakan dalam mengolah potensi alam sekitar menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi serta ramah lingkungan.
