DAILYPANGANDARAN — Pengenalan literasi keuangan sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk kebiasaan mengelola uang secara bijak. Anak-anak sekolah dasar umumnya telah mengenal aktivitas membeli barang menggunakan uang saku, tetapi belum seluruhnya memahami cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan maupun pentingnya menyisihkan uang untuk ditabung. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Unit Selayang Pangandaran menyelenggarakan program Gerakan Edukasi Menabung dan Perlindungan Finansial Anak Sekolah (GEMAS) di SDN Pagergunung dan SDN 2 Sukahurip sebagai upaya memperkenalkan literasi keuangan sejak dini.
Program GEMAS dilaksanakan pada 14-17 Juli melalui berbagai kegiatan interaktif yang dirancang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Sebelum kegiatan dimulai, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai konsep menabung serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Selanjutnya, siswa diajak mengikuti simulasi Belanja Cerdas, yaitu permainan kelompok yang menantang mereka mengelola uang dalam jumlah terbatas untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota kelompok tanpa menghabiskan seluruh anggaran yang tersedia.
Melalui simulasi tersebut, siswa belajar mengambil keputusan dalam menggunakan uang serta memahami pentingnya menyisihkan sebagian dana untuk kebutuhan di masa mendatang. Setelah permainan berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi flash sale untuk melihat bagaimana peserta menyikapi godaan membelanjakan sisa uang yang dimiliki. Selain itu, setiap siswa juga mewarnai celengan, melakukan praktik menabung menggunakan uang saku yang mereka bawa, serta menuliskan target tabungan pada kartu komitmen sebagai langkah awal membangun kebiasaan menabung secara konsisten.
Salah satu mahasiswa pelaksana program, Amanda, menjelaskan bahwa pendekatan belajar melalui permainan dipilih agar konsep literasi keuangan lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Menurutnya, simulasi belanja membantu peserta belajar menentukan prioritas dalam menggunakan uang. “Nilai yang ingin kami sampaikan adalah bagaimana mereka bisa menahan keinginan untuk tidak boros. Mereka belajar bahwa kebutuhan lebih penting daripada keinginan”, ujarnya.
Antusiasme peserta juga terlihat setelah kegiatan berakhir. Mahasiswa pelaksana program lainnya, Btari, mengungkapkan bahwa beberapa hari setelah pelaksanaan program sejumlah siswa mengaku telah menggunakan celengan yang diberikan untuk menyimpan uang saku mereka. “Saat saya tanya apakah mereka sudah menggunakan celengannya, ada yang menjawab, ‘Teh, aku sudah nabung delapan ribu,’ ada juga yang bilang, ‘Kalau aku dua ribu’”, tuturnya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu indikator bahwa materi yang disampaikan mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Melalui program GEMAS, Tim KKN-PPM UGM berharap edukasi mengenai pengelolaan keuangan dapat dikenalkan sejak usia sekolah dasar melalui metode yang menyenangkan dan aplikatif. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menabung, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara bijak sebagai bekal bagi anak-anak dalam mengambil keputusan finansial di masa mendatang.
Penulis: Hawa Muzayyinah Niswah





