DAILYPANGANDARAN – Harga emas dunia melaju kencang pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026). Penguatan harga logam mulia ini didorong oleh rilis data inflasi terbaru Amerika Serikat (AS) yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
Emas di pasar spot menguat 1,01% dibanding hari sebelumnya dan ditutup di level US$ 4.414,3 per troy ons. Posisi ini menjadi pencapaian tertinggi emas sejak 4 Juni 2026 atau dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Bureau of Labor Statistics melaporkan inflasi AS periode Juli 2026 tercatat sebesar 0,1% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, inflasi inti (core inflation) bertahan di angka 0,2% mtm dan melandai ke 2,5% yoy—angka tahunan terendah sejak Maret 2021.
Melandainya laju inflasi ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan. Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli, menilai data tersebut mengonfirmasi bahwa laju inflasi AS tidak mengalami percepatan yang mengkhawatirkan.
“Sinyal positifnya adalah tidak ada kejutan negatif; semua indikator sesuai dengan perkiraan pasar. Dipadu dengan kondisi pasar tenaga kerja yang melambat, situasi ini memberi ruang bagi The Fed untuk menahan diri,” jelas Zaccarelli seperti dikutip dari Bloomberg News.
Kondisi tersebut memperkuat perkiraan bahwa bank sentral AS (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan (Federal Funds Rate). Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat September mendatang turun menjadi 40,1%, dari sebelumnya 48,1% pada hari lalu dan 54,4% pada pekan lalu.
Skenario penahanan suku bunga menjadi angin segar bagi emas, mengingat aset non-imbal hasil (non-yielding asset) ini cenderung lebih diminati saat tren suku bunga tinggi mereda.
Analisis Teknikal: Waspada Sinyal Overbought
Lantas, bagaimana arah pergerakan harga emas untuk perdagangan Kamis (13/8/2026)?
Secara teknikal pada grafik harian (daily time frame), pergerakan emas masih berada di tren naik (bullish). Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di posisi 68, masih berada di atas ambang batas bullish (50).
Meski begitu, indikator Stochastic RSI 14 hari telah menyentuh angka 100, yang mengindikasikan kondisi jenuh beli (overbought) yang cukup ekstrem. Sinyal ini memberi peringatan adanya potensi koreksi teknikal pada hari ini.
Titik pivot harian perlu dicermati di level US$ 4.388 per troy ons. Jika tertekan, emas berisiko menguji area supportterdekat di kisaran US$ 4.351 per troy ons yang sejajar dengan Moving Average (MA) 5. Support berikutnya berada di rentang US$ 4.340–US$ 4.324 per troy ons, dengan batas support terkuat berada di US$ 4.253 per troy ons.
Sebaliknya, jika tren bullish terus berlanjut, emas bakal menguji level resistance terdekat di US$ 4.418 per troy ons. Penembusan di atas titik ini berpotensi membawa harga naik ke rentang US$ 4.436–US$ 4.467 per troy ons, dengan target penguatan paling optimistis menuju US$ 4.498 per troy ons.
