DAILYPANGANDARAN – Sorot terik matahari pesisir tidak menyurutkan langkah ribuan pasang kaki yang memadati sepanjang lintasan dari Sentral Parkir Wisata hingga Panggung Utama Taman Pangandaran Sunset.
Suara musik tradisional bersahut-sahutan dengan riuh tepuk tangan warga serta wisatawan yang terpikat oleh arak-arakan warna-warni dalam gelaran Pangandaran Icon Carnival 2026.
Perhelatan tahunan ini berlangsung meriah guna menyemarakkan Hari Jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran. Lenggak-lenggok peserta berbalut busana adat modifikasi dan kostum kreasi beraneka rupa menghadirkan teatrikal jalanan yang memikat.
Kreativitas warga lokal tumpah ruah ke aspal jalanan, menghidupkan pesona tradisi Sunda dalam balutan ekspresi modern. Sorak-sorai penonton pecah tatkala rombongan karnaval unjuk kebolehan dan atraksi teatrikal di hadapan panggung kehormatan Bupati Pangandaran.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan bahwa Pangandaran Icon Carnival 2026 menjadi representasi semangat kebersamaan sekaligus ruang ekspresi seni dalam momentum Milangkala ke-14 daerah otonom di ujung selatan Jawa Barat ini.
“Dengan tema Ngahiji Dina Rasa, Ngawuji Dina Karya, Mawa Pangandaran Melesat Nepi Ka Jaya. Kegiatan Pangandaran Icon Carnival ini merupakan sesuatu ide, gagasan, kreativitas, kebersamaan yang menjadi suatu bentuk kreasi dan terlihat oleh kita semua nantinya. Dan itu merupakan perwujudan dari tema kita,” kata Citra, Senin (19/10/2026).
Citra menggarisbawahi bahwa karunia bentang alam Pangandaran yang elok, mulai dari pesona garis pantai hingga liukan aliran sungai, harus senantiasa dipadukan dengan sentuhan kreativitas warganya demi menggeliatkan sektor pariwisata daerah.
“Untuk itu saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, baik itu dari 93 desa, 10 kecamatan, dari dinas, organisasi, dan tamu undangan yang lainnya,” ungkapnya.
Keriuhan pesta rakyat pesisir ini meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmatnya. Reza Ardiansyah (30), warga Kecamatan Cimerak, tak henti-hentinya mengabadikan momen parade menggunakan kamera ponselnya sembari menikmati suguhan seni yang disajikan tiap kontingen.
“Cukup meriah, banyak yang unik-unik, terutama penampilan dari tiap desa,” ucapnya.
