Berita  

Menyibak Jalan di Tengah Badai: Keteguhan Satgas TMMD dan Warga Pangandaran

DAILYPANGANDARAN – Rintik hujan yang berubah menjadi deras di kawasan perbukitan Kecamatan Langkaplancar, Sabtu (31/10/2026), tidak mampu meredam deru mesin ekskavator di atas tanah liat yang basah. Di tengah medan yang kian licin dan berkubang lumpur, sejumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0625/Pangandaran tetap berdiri siaga.

Mereka memegang kendali pengawasan, memastikan lengan besi alat berat itu terus bergerak mengoyak dinding tanah untuk membuka akses jalan penghubung antara Desa Bangunjaya dan Desa Mekarwangi.

Bagi warga setempat, proyek pembukaan jalan ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa. Jalur tersebut selama ini menjadi urat nadi yang terputus; medan berat yang berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali musim hujan tiba,melumpuhkan distribusi hasil bumi dan memutus mobilitas harian warga. Harapan besar kini disandarkan pada proyek TMMD agar isolasi wilayah tersebut lekas terurai.

Namun, alam tak selalu kompromi. Hujan lebat yang mengguyur sejak siang hari membuat kontur tanah di lokasi proyek menjadi labil dan berbahaya. Meski demikian, para prajurit berseragam loreng itu memilih untuk tidak beranjak. Dengan jas hujan seadanya, mereka mengatur jarak pandang, memberi gestur komando kepada operator alat berat, sekaligus mengantisipasi potensi longsor kecil di sisi tebing.

“Gotong-royong ini adalah bahan bakar kami. Kalau warganya saja mau turun tangan membersihkan saluran air di tengah hujan, mustahil kami memilih berteduh,” ujar salah seorang anggota Satgas di lokasi.

Di lapangan, garis batas antara TNI dan masyarakat tampak lebur. Warga Desa Bangunjaya dan Mekarwangi bahu-membahu bersama Satgas, berkalung lumpur dan basah kuyup, mengarahkan aliran air agar tidak menggenangi jalur kerja alat berat.

Di bawah langit Langkaplancar yang kelabu, deru mesin berat dan cangkul warga menjadi saksi bahwa tekad merajut keterisolasi wilayah pedesaan jauh lebih tangguh daripada amukan cuaca.