DAILYPANGANDARAN — Suara gemuruh mesin bor berpadu dengan deru air yang mulai menyembul di celah-celah bebatuan Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Di titik kedalaman 40 meter, ikhtiar panjang untuk meredakan dahaga warga perlahan menemukan titik terang.
Di bawah terik matahari perbukitan, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0625/Pangandaran tengah menuntaskan salah satu misi paling vital bagi kehidupan warga: menghadirkan sumur bor bersih. Hingga akhir pekan ini, jarum progres pembangunan telah bergeser ke angka 40 persen.
Selama bertahun-tahun, krisis air bersih menjadi bayang-bayang harian bagi masyarakat Dusun Limusnunggal.Keterbatasan akses sumber air bersih kerap memaksa warga harus bersusah payah demi mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga, terutama saat musim kemarau atau ketika cadangan mata air pegunungan menyusut.
Namun, kehadiran Satgas TMMD kali ini membawa napas lega. Tidak hanya mengandalkan teknologi pengeboran,proyek ini justru menghidupkan kembali roh gotong-royong yang mulai terkikis zaman. Di lokasi sumur bor, pakaian loreng prajurit TNI tampak basah oleh peluh dan cipratan lumpur, melebur tanpa jarak dengan warga desa yang sigap membantu menyiapkan material hingga mengarahkan saluran pipa.
Bagi Kodim 0625/Pangandaran, angka 40 persen pada progres fisik ini bukan sekadar capaian teknis di atas kertas. Lebih dari itu, setiap meter kedalaman bor yang menembus perut bumi adalah simbol nyata kemanunggalan—sebuah janji bahwa negara hadir hingga ke pelosok dusun, merajut kesejahteraan, dan memastikan tetes air penghidupan lekas mengalir di tanah Bangunjaya.





