Berita  

Prajurit TNI Terus Pacu Pembukaan Jalan Penghubung Dua Desa

DAILYPANGANDARAN – Di bawah langit perbukitan Kecamatan Langkaplancar yang berubah-ubah—terik menyengat di pagi hari sebelum berganti deru hujan di siang hari—cangkul dan deru mesin berat tak pernah berhenti beradu. Minggu (1/11/2026), barisan prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran kembali menjejaki medan terjal demi satu tujuan: meretas jalan penghubung antara Desa Mekarwangi dan Desa Bangunjaya.

Bagi warga setempat, proyek pembukaan jalur baru ini bukan sekadar proyek fisik di atas peta wilayah. Selama bertahun-tahun, ketiadaan akses jalan yang memadai membuat mobilitas antar kedua desa menjadi tembok tebal yang membatasi ruang gerak warga. Hasil bumi kerap tertahan, dan jarak tempuh memutar yang jauh menjadi beban harian perekonomian mereka.

Namun, asa itu kini perlahan diwujudkan di atas tanah merah perbukitan Pangandaran. Tanpa menghiraukan peluh yang bercampur debu atau licinnya tanah sisa hujan, para prajurit berseragam loreng terus berjibaku di garis depan. Dengan semangat gotong-royong yang kental, mereka bahu-membahu bersama warga setempat, meratakan kontur tanah dan membuka jalur alternatif yang kelak akan menjadi urat nadi perekonomian baru.

Bagi Kodim 0625/Pangandaran, langkah kaki para prajurit di Langkaplancar hari ini adalah wujud paling murni dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Di balik setiap meter jalan yang berhasil dibuka, terselip komitmen kuat untuk meruntuhkan isolasi, memangkas jarak, dan mengalirkan kesejahteraan nyata hingga ke pelosok pedesaan.

Exit mobile version