DAILYPAGANDARAN – Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mendukung swasembada pangan lokal program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Adapun bentuk dukungannya melalui penanaman jagung oleh siswa sekolah.
Penanaman jagung di lingkungan sekolah ini, dalam upaya mendidik siswa-siswi dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis kokulikuler. Setidaknya, 768 satuan pendidikan di libatkan dalam program penanaman jagung hibrida oleh para siswa.
Pembukaan penanaman dilakukan di SMPN 2 Parigi, dan serentak di sekolah jenjang TK, SD dan SMP se-Kabupaten Pangandaran. Aksi ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam mengedukasi penerus bangsa.
Citra mengatakan melalui edukasi penanaman jagung ini siswa akan belajar langsung mengolah tanah siap tanam, memilih bibit, menanam hingga memanennya nanti. “Namun mereka juga harus ikut merawat,” ucap Citra usai melakukan penanaman, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah sangat mendukung program ini berlangsung karena sudah menjadi agenda pusat. “Apalagi bapak Presiden kita sangat konsen dalam memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Citra berharap siswa bisa memaknai penanaman ini sebagai upaya membentuk karakter generasi penerus bangsa, dengan nantinya mereka bisa belajar sabar, tanggungjawab dan kerja keras. “Karena nanti siswa akan belajar semuanya, menaman, memanen dan menjual. Kemudian hasil uangnya nanti mereka akan diberi edukasi literasi keuangan,” ucap Citra.
Dengan ini, pihaknya sangat meyakini bahwa tidak ada lagi stigma kekurangan petani, karena hari ini semua telah mendapatkan bekal paling sederhana yaitu menjadi petani jagung.
134 Ribu Bibit Jagung Hibrida di Tanam
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pangandaran Soleh Supriadi mengatakan dalam penanaman ini ada 134 ribu bibit jagung yang telah siswa tanam. “Ratusan ribu bibit ini telah kami salurkan ke sekolah se-Pangandaran untuk jenjang TK, SD dan SMP,” kata Soleh.
Menurutnya, kegiatan ini menarik antusias siswa dan memberikan peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan lokal. “Agar para siswa mengetahui potensi daerah dengan kesuburannya. Bahwa kita bisa menanam apa saja asal mau, pasti menjadi cuan,” ucapnya.
Selain itu, Soleh juga berharap penanaman ini menambah nilai pendidikan karakter pada siswa sekolah.





