DAILYPANGANDARAN – Nasib Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran sangat mengkhawatirkan. Satu dari puluhan dapur yang ada sudah mulai berhenti operasional sementara. Alasannya karena terhambat anggaran belum cair.
Laporan khusus pemberhentian sementara SPPG Babakan 4. Tercantum dalam surat bernomor 039/SPPG-Babakan 4/VI/2026.
Kegiatan operasional SPPG tersebut diberhentikan sementara terhitung sejak tanggal 4 Juni 2026. Alasan pemberhentian sementara dapur tersebut lantaran belum terealisasinya pencairan dana operasional dari BGN yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan SPPG.
Koordinator Wilayah SPPG Pangandaran Gugun Wiguna membenarkan jika satu dapur dari 55 yang ada berhenti beroperasi sementara, lantaran pencairan dana dari pusat masih terkendala.
“Karena tidak boleh ada dana talang, lebih baik kalo memang uangnya belum cair lebih baik berhenti operasional sementara,” kata Gugun melalui sambungan telepon, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, selain SPPG Babakan 4, potensi serupa juga terjadi di beberapa SPPG lain, bahkan mungkin semuanya. “Sementara ini, yang sudah berhenti operasional sementara satu, dua SPPG ada juga yang sudah mengajukan berhenti operasional sementara,” katanya.
Ia mengatakan terkait nasib SPPG lainnya belum mendapatkan informasi secara keseluruhan. “Memang saya juga belum dapat informasi lebih lanjut seminggu kedepan dan seterusnya. Kita ikuti saja yang saat ini,” ujarnya.





