DAILYPANGANDARAN – Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Pangandaran tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,72 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), pengeluaran warga Pangandaran yang sebelumnya berada pada angka Rp1,29 juta pada tahun 2024, kini meningkat menjadi Rp1,38 juta per bulan pada tahun 2025.
Dari total pengeluaran bulanan tersebut, mayoritas anggaran masyarakat dialokasikan untuk kelompok makanan, yakni sebesar Rp764.611 atau setara dengan 55,38 persen. Sementara itu, pengeluaran untuk kelompok non-makanan tercatat sebesar Rp615.978 atau 44,62 persen dari total konsumsi harian.
Jika dirinci berdasarkan kelompok komoditas, gaya hidup praktis dan pemenuhan kebutuhan pokok tampak memengaruhi pola konsumsi warga secara signifikan. Pengeluaran untuk kelompok makanan dan minuman jadi menjadi yang tertinggi di sektor makanan, dengan nilai mencapai Rp215.103 per bulan per kapita, meningkat dari angka Rp205.690 pada tahun 2024.
Posisi kedua ditempati oleh komoditas padi-padian dengan rata-rata konsumsi sebesar Rp104.797 per bulan. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp91.751.
Kenaikan pengeluaran yang cukup mencolok juga terjadi pada kelompok buah-buahan, yang meningkat dari Rp32.986 menjadi Rp47.894, serta kelompok sayur-sayuran yang naik dari Rp59.386 menjadi Rp67.748.
Di sisi lain, pengeluaran masyarakat untuk konsumsi rokok justru menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024, rata-rata warga mengalokasikan Rp113.962 per bulan untuk rokok, namun angka tersebut menurun menjadi Rp103.427 per bulan pada tahun 2025.
Pada sektor non-makanan, kelompok perumahan dan fasilitas rumah tangga masih mendominasi porsi anggaran terbesar, meskipun mengalami sedikit penurunan dari Rp302.061 pada tahun 2024 menjadi Rp293.721 pada tahun 2025.
Kenaikan tertinggi pada sektor non-makanan ditunjukkan oleh komoditas aneka barang dan jasa yang meningkat dari Rp116.859 menjadi Rp139.435 per bulan. Peningkatan signifikan juga terlihat pada alokasi untuk keperluan pesta, upacara, dan kenduri yang meningkat dari Rp22.274 menjadi Rp35.445 per bulan per kapita.
Peningkatan daya beli serta perubahan struktur pengeluaran ini merefleksikan dinamika pemulihan ekonomi dan pergeseran pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pangandaran secara menyeluruh.
Ketua Tim Statistik BPS Pangandaran Kosasih mengatakan data pengeluaran warga itu didapatkan berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), proporsi persentase pengeluaran masyarakat untuk kelompok makanan pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.
“Namun meski penurunan persentase ini bukan berarti nilai nominal yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli makanan menjadi lebih sedikit,” kata Kosasih, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya secara proporsi, porsi pengeluaran makanan memang menyusut seiring dengan meningkatnya porsi pengeluaran untuk kelompok non-makanan.
“Namun, secara nilai nominal, rata-rata pengeluaran bulanan masyarakat (dalam rupiah) pada tahun 2025 secara keseluruhan justru mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.





