Wisata  

Pangandaran Didominasi 64 Persen Wisata Alam dan 323 Bisnis Kuliner

3 objek wisata alam Pangandaran
3 objek wisata alam Pangandaran. Istimewa

DAILYPANGANDARAN — Sektor pariwisata terus mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif penggerak perekonomian di Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan data statistik daerah tahun 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bentang alam masih menjadi modalitas utama penarik wisatawan, disusul oleh pertumbuhan fasilitas pendukung seperti industri kuliner yang kian ekspansif.

Dari total keseluruhan potensi daya tarik wisata (DTW) yang terdata, kategori Wisata Alam memegang porsi terbesar yakni mencapai 64 persen.

Karakteristik pesisir pantai selatan, keindahan curug, perbukitan, hingga wisata susur gua menjadi tulang punggung destinasi di wilayah ini. Sementara itu, Wisata Budaya menempati urutan kedua dengan kontribusi sebesar 27 persen, disusul Wisata Buatan sebesar 9 persen.

Menariknya, peta sebaran titik wisata tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan pantai utama. Kecamatan Parigi tercatat memiliki jumlah daya tarik wisata terbanyak yakni mencapai 63 titik, disusul Kalipucang (45 titik), Cimerak (42 titik), dan Kecamatan Pangandaran (30 titik).

Di wilayah Cimerak misalnya, wisatawan disuguhkan beragam objek alam unggulan mulai dari gugusan Pantai Madasari, Pantai Karang Seugeul, Pantai Keusik Luhur, Curug Sawer, hingga wisata buatan Lapang Pacuan Kuda Legokjawa dan cagar budaya makam para tokoh sesepuh. Demikian pula di Cijulang yang menjadi rumah bagi destinasi ikonik internasional Green Canyon, Pantai Batukaras, kawasan Mangrove, hingga ragam atraksi desa wisata budaya.

Ekspansi Usaha Restoran dan Rumah Makan

Seiring dengan meningkatnya mobilitas kunjungan wisatawan, sektor penyedia akomodasi makan dan minum menunjukkan akselerasi yang signifikan. Pada tahun 2025, tercatat ada sebanyak 323 unit rumah makan dan restoran resmi yang beroperasi di penjuru Kabupaten Pangandaran. Angka ini mencerminkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022 (211 unit) dan 2023 (283 unit).

Kecamatan Pangandaran tetap menjadi episentrum industri kuliner dengan menampung 149 rumah makan, atau sekitar 46 persen dari total fasilitas kuliner daerah. Posisi berikutnya ditempati oleh Kecamatan Parigi dengan 48 unit usaha, Cijulang dengan 45 unit usaha, serta Kalipucang dengan 20 unit usaha.

Pemerintah daerah melalui catatan teknis menegaskan bahwa integrasi antara keberagaman daya tarik wisata alam-budaya dengan kesiapan fasilitas penunjang seperti restoran dan perhotelan menjadi kunci untuk memperpanjang durasi tinggal (length of stay) serta mendongkrak perputaran uang di tingkat masyarakat lokal.