DAILYPANGANDARAN – Larangan study tour yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Pangandaran. Pasalnya Jabar dikabarkan di blacklist dari daftar hitam untuk tidak dikunjungi karena aturan tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran Asep Noordin meyakini, adanya larangan Study Tour akan ada dampak pada pemasukan ke Kabupaten Pangandaran.
Menurutnya,walaupun berdampak pada pemasukan dari sektor pariwisata, namun hal itu tidak akan terlalu signifikan.
“Karena study tour biasanya dilaksanakan di akhir semester atau beberapa kali saja,” kata Asep, Jumat (7/3/2025).
Setidaknya, menurut Asep, Pangandaran menjadi tujuan favorit sekolah dalam melaksanakan study tour setiap tahunya.
“Bukan dari Jawa Barat saja yang datang ke kita, itu juga berdampak pada perekonomian Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.
Asep menyebutkan, kebijakan Gubernur Jawa Barat yang melarang study tour, kemungkinan agar tidak membebani orang tua murid untuk mengeluarkan biaya yang besar.
“Walaupun diwajibkan tidak diwajibkan, seorang anak kalau tidak ikut study tour pasti minder,” katanya.
Sementara ini, bagaimana para siswa di sekolah agar tidak kehilangan informasi dan pengalaman dengan tidak adanya Study Tour.” Harapan saya, pak Gubernur ini mencari solusi atau formulasi, bagaimana konsep study tour yang lebih baik dan tidak membebani orang tua,” ucapnya.
Dia berharap ada solusi terbaik soal pelarangan Study Tour tersebut dan tidak harus jadi bahan perdebatan. “Karena jika paguyuban atau perkumpulan biro wisata menghapus wisata di Jabar dari daftar destinasi tujuan study tour, akan berpengaruh juga ke PAD kita,” katanya.
