Berita  

Investigasi Tiket Wisata Palsu Pangandaran Jalan di Tempat, Ada Apa?

DAILYPANGANDARAN – Hampir tiga minggu berlalu sejak kasus dugaan tiket wisata palsu mencuat pada Minggu (6/7/2025), namun proses pemeriksaan terhadap ratusan penjaga tiket wisata Pangandaran masih belum menunjukkan kejelasan.

Padahal, kasus ini telah bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang penjaga tiket yang kedapatan menjual tiket palsu dan melakukan pungutan liar. Selain itu, pemeriksaan saksi-saksi sudah dilimpahkan ke Polres Pangandaran.

Kasus ini semakin berkembang setelah Kepala UPTD Pariwisata, Riko Agung, mengungkapkan dugaan kuat adanya tiket palsu yang dicetak menggunakan printer termal. Penanganan kasus ini tidak hanya melibatkan Kepolisian, tetapi juga Inspektorat Kabupaten Pangandaran. Sayangnya, hingga kini, aktor di balik kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangandaran ini belum juga terungkap.

Tokoh masyarakat Pangandaran, Engkis, secara terbuka mempertanyakan lambatnya pengungkapan pelaku kasus tiket palsu ini. Ia bahkan menduga adanya keterlibatan oknum di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran.

“Saya menduga ada oknum pejabat yang juga terlibat,” ujar Engkis pada Selasa (22/7/2025). Ia mendesak agar penegak hukum tidak tebang pilih dan segera menuntaskan kasus ini, mengingat retribusi pariwisata merupakan sumber PAD terbesar bagi Kabupaten Pangandaran.

“Makanya, saya minta agar kasus tiket palsu itu segera dituntaskan. Kita belum tahu siapa aktor besar di belakangnya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, saat dimintai keterangan mengenai progres pemeriksaan oleh Inspektorat, menyatakan bahwa prosesnya masih berjalan. “Tiket lagi berproses, inspektorat lagi berproses dan polisi juga masih berproses,” kata Citra.

Ia mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada inspektorat dan kepolisian.

Citra juga menjelaskan bahwa sebanyak 110 orang telah diperiksa, sehingga prosesnya memakan waktu cukup lama. “Semua yang diberhentikan itu diperiksa,” tuturnya.

Dihubungi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Pangandaran, AKP Idas Wardias, membenarkan bahwa pihaknya masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. “Masih dalam proses penyelidikan, meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Idas, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah saksi atau kelanjutan kasus.

Daily Pangandaran sendiri telah mencoba mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Pangandaran, namun pihak Inspektorat belum dapat memberikan jawaban.