DAILYPANGANDARAN – Harga kebutuhan pokok (bapok) di Kabupaten Pangadaran mulai naik menjelang bulan suci Ramadhan. Salah satunya telur ayam negeri ras.
Pada Kamis (5/2/2026) ini harga telur ayam menyentuh Rp 30.000/kg dari tadinya Rp 28.500/kg. Angka tersebut diperkirakan naik menjelang sepekan Ramadhan.
“3 hari yang lalu masih 28.000 per kilogramnya, hari kni naik 2.500,” ucap Santika Dewi suplier telor di Pasar Cibenda, Kecamatan Parigi, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, harga telur ditentukan oleh peternak ayam, suplier menerima barangnya saja. “Kadang-kadang mereka (peternak) yang atur harga,” kata dia.
Selain itu, faktor lain yang membuat naiknya harga telur dipengaruhi juga dengan kenaikan harga pakan. “Harga pakan malah bisa melebihi harga telurnya sendiri, makannya itu bisa menjadi faktor kenaikan harga,” terangnya.
Penjual telur laiinya, Nita Rahayu mengungkapkan jika kenaikan harga telur menjelang ramadhan sudah biasa. Karena hal tersebut terjadi permintaan pembeli yang meningkat. “Sudah biasa menjelang ramadhan harga naik, ditambah permintaan banyak,” ucap dia.
Ia mengatakan harga ini pun sebanding dengan permintaan yang tinggi dari dapur makan bergizi (MBG). “Kalo harga pasaran naik tentu penentuan harga ke dapur juga disesuaikan,” ucapnya.
Data Disdagkop Pangandaran
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan laporan harga barang kebutuhan pokok (bapok) masyarakat yang kemarin di cek masih terhitung stabil. Namun, memang diperkirakan bakalan naik menjelang sepekan lagi Ramadhan.
“Contohnya di beberapa pasar harga telur ayam ras masih dijual rata-rata Rp 28.000-30.000 per kilogramnya. Harga daging ayam ras Rp 35.000. Ini pun bisa beriringan sama dengan harga telurnya,” ucap Tedi, melalui pesan WhatsApp.
Kemudian, harga beras di pasaran masih stabil untuk beras medium dipatok Rp 13.000/kilogram, beras medium Rp 14.500/kilogram. “Nah yang terpantau masih naik yaitu daging sapi Rp 130.000/kilogram saat ini,” ucap dia.
Harga-harga tersebut, pihaknya mengambil sampel di 3 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pangandaran. “Sampel ambilnya dari Pasar Parigi, Pasar Pananjung dan Pasar Kalipucang,” ucapnya.




