Kurma vs Kolak: Mana Takjil Terbaik untuk Berbuka? Ini Penjelasan RSUD Pandega

Ilustrasi Makanan takjil
Ilustrasi Makanan takjil. Pixabay

DAILYPANGANDARAN – Saat waktu berbuka puasa tiba, sajian manis selalu menjadi buruan utama masyarakat Indonesia. Di antara beragam pilihan, kurma dan kolak pisang adalah dua menu yang hampir tak pernah absen di meja makan.

Namun, di antara keduanya, mana yang sebenarnya lebih sehat dan tepat untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa?

Melalui edukasi kesehatan terbarunya, RSUD Pandega Pangandaran membedah kandungan nutrisi serta dampak kedua takjil populer ini bagi metabolisme tubuh manusia.

Kurma: Sumber Energi Instan yang Efisien

Kurma telah lama dikenal sebagai makanan ideal untuk membatalkan puasa. Secara medis, buah ini adalah sumber energi yang sangat efisien karena mengandung gula alami (glukosa dan fruktosa) yang cepat diserap oleh lambung, sehingga energi tubuh kembali pulih dalam sekejap.

Keunggulan kurma lainnya meliputi:

Zat Besi: Membantu mencegah anemia dan pusing saat berpuasa.
Kalium: Berperan vital mengembalikan cairan elektrolit tubuh yang hilang.
Serat Tinggi: Membantu pencernaan terasa nyaman dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kolak Pisang: Paduan Karbohidrat dan Lemak

Berbeda dengan kurma, kolak pisang menawarkan profil nutrisi yang lebih kompleks. Penggunaan pisang kepok memberikan sumber karbohidrat kompleks untuk energi jangka panjang serta kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh. Namun, kolak juga membawa kandungan lemak dari santan dan gula tambahan dari gula aren.

Perbandingan Nutrisi: Kurma vs Kolak

Jika melihat angka, terdapat perbedaan signifikan dalam satu porsi penyajian:

Komponen 3 Butir Kurma (24g), 66 Kalori, Gula 16 Gram dan Lemak 0 Gram 8 Gram

1 Mangkuk Kolak (100g), Estimasi Kalori 160 – 200 Kalori, Gula 20 Gram dan Lemak 8 Gram

Catatan: Tingginya kalori pada kolak sangat bergantung pada takaran santan dan gula aren yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?

Mengonsumsi makanan manis saat berbuka memang diperlukan untuk memulihkan kadar gula darah. Namun, kunci utamanya adalah menjaga metabolisme tetap prima dengan mengontrol porsi.

Kurma lebih disarankan sebagai makanan pembuka utama karena sifatnya yang bebas lemak dan kaya serat. Sementara itu, kolak pisang tetap boleh dinikmati sebagai selingan, asalkan porsinya dibatasi agar tidak memicu lonjakan kalori yang berlebihan.

“Makan manis saat berbuka boleh saja, tapi porsinya dijaga ya agar metabolisme tubuh tetap prima,” tulis tim edukasi RSUD Pandega Pangandaran.

Layanan Informasi RSUD Pandega Pangandaran

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan, silakan menghubungi:

Information Center: (0265) 7503044
WhatsApp Humas (Chat Only): 0821-2005-6071

Exit mobile version