DAILYPANGANDARAN – Suasana berbeda dirasakan warga dan wisatawan yang berlibur di objek wisata Pantai Pangandaran pada malam takbiran kali ini. Kemeriahan menyambut Idulfitri diwarnai dengan parade lomba bedug dan takbiran bersama yang sangat antusias.
Event ini diikuti oleh perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari 10 kecamatan se-Kabupaten Pangandaran. Para peserta melakukan parade mulai dari daerah masing-masing dan berkumpul di satu titik pusat, yakni Bundaran Marlin di depan Masjid Agung Pangandaran.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Satlantas Polres Pangandaran ini menawarkan suasana malam takbiran yang meriah, terutama di kawasan wisata. Dalam parade ini, terdapat sejumlah kriteria penilaian bagi masing-masing DKM, di antaranya adalah kreativitas menghias bedug serta teknik menabuh bedug.
Bedug yang dibawa oleh setiap DKM memberikan nuansa yang unik karena dihias dengan sangat kreatif. Ada yang berbentuk perahu nelayan hingga dihiasi ornamen khas Idulfitri seperti ketupat dan kubah masjid yang megah.
Pantauan di lokasi, parade ini menyedot perhatian banyak warga lokal dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Pantai Pangandaran. Aksi parade bertajuk “Lomba Ngabedug” ini sukses mewarnai gema takbir di Pangandaran dengan semangat kebersamaan.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potowari, mengatakan bahwa event ini bukan sekadar lomba, melainkan bentuk kebersamaan dan “sedekah kebahagiaan” bagi masyarakat Pangandaran.
Menurutnya, momentum malam takbiran harus diisi dengan kegiatan positif yang aman, tertib, dan penuh nilai religius.
“Tentunya kami berharap malam takbiran di Pangandaran mendapatkan esensi yang bernilai kebersamaan dalam gema takbiran,” ucap Ikrar, Jumat (20/3/2026).
Ikrar juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan konvoi kendaraan secara berlebihan selama malam takbiran demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan bersama.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pangandaran menambahkan bahwa terdapat 13 peserta yang terdaftar mewakili 10 kecamatan. “Parade ini sangat ramai karena diikuti oleh warga yang antusias mendukung DKM daerahnya masing-masing untuk unjuk gigi malam ini,” katanya.
Tujuan kegiatan ini juga untuk mengurangi aksi pawai atau kampanye takbir yang berlebihan di jalanan yang berisiko memicu kemacetan. “Maka kami siapkan wadahnya, sekalian kami lombakan dan akomodasi di sini agar lebih teratur,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini sejalan dengan tujuan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yakni menciptakan kondisi malam takbiran yang aman dan kondusif.
Salah satu peserta lomba bedug, Mansyur, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, lomba seperti ini sangat bagus karena jarang digelar, terutama di kawasan wisata Pangandaran. “Saya harap kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
