Eksistensi Universitas Padjadjaran di Jakarta dalam Perspektif Komunikasi dan Perilaku Organisasi: Optimalisasi Media Sosial dan Inovasi Program Magister Berbasis Project

Aktivitas pembelajaran di MBP UNPAD Jakarta
Aktivitas Pembelajaran di kelas Magister by Project UNPAD Jakarta. dok. Adriana

Eksistensi Universitas Padjadjaran di Jakarta dalam Perspektif Komunikasi dan Perilaku Organisasi: Optimalisasi Media Sosial dan Inovasi Program Magister Berbasis Project

Oleh: Adriana, mahasiswa magister by project UNPAD Jakarta

Fenomena yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa tidak semua lulusan sarjana melanjutkan studi ke jenjangpascasarjana. Dalam perspektif perilaku organisasi, keputusanindividu untuk melanjutkan pendidikan tidak hanya dipengaruhioleh faktor rasional, tetapi juga oleh faktor psikologis, sosial, serta dinamika lingkungan kerja. Berbagai alasan seperti kesibukan pekerjaan, tuntutan karier, keterbatasan waktu, sertapersepsi terhadap relevansi pendidikan lanjutan menjadi determinan utama dalam pengambilan keputusan tersebut. Selain itu, terdapat pula fenomena ketidaksesuaian antara latarbelakang pendidikan sarjana dengan profesi yang sedang dijalani, yang dalam konteks perilaku organisasi dapat dikaitkandengan konsep person-job fit dan career adaptability. Ketidaksesuaian ini seringkali menimbulkan keraguan dalam memilih program studi lanjutan karena individu tidak menemukan keterkaitan langsung dengan kebutuhan kariermereka saat ini.

Menanggapi fenomena tersebut, Universitas Padjadjaranmenghadirkan inovasi melalui Program Magister Berbasis Project yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan pengembangan kompetensi tanpa mengabaikan realitas duniakerja. Program ini tidak hanya menawarkan fleksibilitas, tetapi juga mencerminkan pendekatan pembelajaran yang selarasdengan prinsip organizational learning, di mana individu dapat belajar sekaligus berkontribusi terhadap organisasi tempat mereka bekerja. Mahasiswa diberi ruang untuk mengembangkanproyek yang relevan dengan permasalahan nyata di lingkungankerja, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstualdan aplikatif. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana akademik, tetapi juga sebagai mekanisme penguatan kinerja individu dalam organisasi.

Kehadiran Universitas Padjadjaran di Jakarta, yang diresmikanpada 5 April 2023 di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauaninstitusi sekaligus memperkuat positioning di tingkat nasional. Dalam perspektif komunikasi organisasi, ekspansi ini dapat dipahami sebagai upaya memperluas jaringan komunikasi eksternal (external communication network) serta meningkatkanaksesibilitas institusi terhadap pemangku kepentingan, khususnya kalangan profesional di wilayah metropolitan. Kantor perwakilan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi, kolaborasi, danpenyelenggaraan program pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembelajaran sertalayanan pendidikan yang semakin beragam dan kompleks, Universitas Padjadjaran menunjukkan kemampuan adaptifnyamelalui pengembangan fasilitas fisik sebagai bagian dari strategiorganisasi. Terhitung mulai Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027, Kantor Perwakilan Universitas Padjadjaran Jakarta resmi menempati lokasi baru yang lebih representatif dandirancang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa secara lebih optimal di Plaza Mutiara yang berlokasi di Mega KuninganJakarta Selatan. Dalam perspektif perilaku organisasi, perubahan ini mencerminkan respons institusi terhadap tuntutan lingkunganeksternal sekaligus upaya meningkatkan kualitas lingkungankerja dan belajar (work and learning environment). Lingkunganfisik yang lebih memadai tidak hanya berfungsi sebagai saranaoperasional, tetapi juga berperan dalam membentukkenyamanan, motivasi, serta produktivitas individu yang terlibatdi dalamnya. Sementara itu, dalam perspektif komunikasi organisasi, perpindahan ini juga dapat dimaknai sebagai bentukpenyampaian pesan simbolik mengenai komitmen institusidalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas danberorientasi pada kebutuhan pengguna.

Dalam konteks perilaku organisasi, kehadiran Unpad di Jakarta juga berimplikasi pada terbentuknya ekosistem pembelajaran yang mendukung kolaborasi lintas profesi. Program Magister Berbasis Project menghadirkan mahasiswa dari berbagai latarbelakang pekerjaan, sehingga menciptakan dinamika kelompokyang kaya akan perspektif. Interaksi ini berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan interpersonal, komunikasi tim, sertapengambilan keputusan kolektif yang menjadi kompetensipenting dalam organisasi modern.

Proses pembelajaran yang dirancang melalui kombinasi metode daring dan hybrid, dengan komposisi sekitar 70% online dan30% tatap muka mencerminkan adaptasi terhadap perubahan perilaku kerja di era digital, di mana fleksibilitas dan efisiensimenjadi kebutuhan utama. Dalam perspektif komunikasi organisasi, sistem hybrid memungkinkan terjadinya komunikasi formal dan informal secara simultan, baik melalui platform digital maupun interaksi langsung. Hal ini memperkuat kualitaskomunikasi antara mahasiswa dan dosen, sekaligus menjagaketerlibatan (engagement) dalam proses pembelajaran.

Lebih lanjut, pendekatan project-based learning yang diterapkandalam program ini sejalan dengan konsep experiential learningdalam perilaku organisasi. Mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga menginternalisasipembelajaran melalui pengalaman langsung dalam menyelesaikan masalah nyata. Hal ini meningkatkan sense of ownership terhadap pekerjaan serta memperkuat motivasiintrinsik dalam belajar. Selain itu, kolaborasi dengan dosen, praktisi, dan sesama mahasiswa membentuk jaringan sosial(social capital) yang sangat penting dalam pengembangankarier.

Dalam upaya membangun citra institusi dan meningkatkanminat masyarakat, Universitas Padjadjaran memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai bagian dari strategikomunikasi organisasi. Instagram dipilih karena memilikitingkat penetrasi yang tinggi di kalangan generasi muda danprofesional awal. Dalam perspektif komunikasi, penggunaan instagram mencerminkan pendekatan komunikasi dua arah (two-way communication) yang memungkinkan interaksi langsung antara institusi dan publik. Pengelolaan akun Instagram @Unpad_Jakarta menunjukkanpenerapan strategi komunikasi yang terencana, di mana kontentidak hanya bersifat informatif, tetapi juga persuasif danpartisipatif.

Konten berupa aktivitas akademik, prestasimahasiswa, serta wawancara atau testimoni mahasiswa menjadi bentuk komunikasi simbolik yang membangun persepsi positifterhadap institusi. Dalam konteks perilaku organisasi, testimonimahasiswa berfungsi sebagai social proof yang dapat mempengaruhi sikap dan niat calon mahasiswa melalui mekanisme observational learning.

Interaksi yang terjadi melalui komentar, pesan langsung, danfitur lainnya menciptakan ruang komunikasi yang lebih egaliterdan transparan. Hal ini mencerminkan perubahan paradigmakomunikasi organisasi dari yang bersifat top-down menjadi lebih dialogis dan partisipatif. Keterbukaan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga memperkuathubungan emosional antara institusi dan audiens.

Testimoni mahasiswa menunjukkan bahwa program ini mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan, fleksibel, danmendukung kebutuhan profesional. Dalam perspektif perilakuorganisasi, hal ini berkaitan dengan peningkatan kepuasanindividu, komitmen terhadap institusi, serta persepsi positifterhadap lingkungan belajar. Ekosistem pembelajaran yang suportif juga berkontribusi terhadap peningkatan psychological safety, di mana mahasiswa merasa nyaman untuk berpartisipasi, berdiskusi, dan mengembangkan ide.

Ke depan, optimalisasi media sosial sebagai bagian dari strategikomunikasi organisasi menjadi semakin penting. Pengelolaan yang berbasis data, konsistensi konten, serta pemahamanterhadap perilaku audiens akan menentukan efektivitaskomunikasi yang dilakukan. Media sosial tidak lagi sekadar alat promosi, tetapi telah menjadi medium strategis dalam membangun reputasi, kredibilitas, dan hubungan jangka panjangdengan publik.

Kehadiran Universitas Padjadjaran di Jakarta, yang diperkuatmelalui pemanfaatan media sosial Instagram, menunjukkanbagaimana institusi pendidikan mampu beradaptasi dengan dinamika komunikasi di era digital. Dalam perspektifkomunikasi dan perilaku organisasi, langkah ini tidak hanya meningkatkan akses informasi, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang memperkuat keterlibatan publik. Pendekatan ini menegaskan bahwa integrasi antara inovasi pendidikan, pengelolaan perilaku organisasi, serta strategi komunikasi yang efektif merupakan kunci dalam meningkatkan relevansi dandaya saing institusi di tengah perubahan lingkungan sosial danorganisasi.

 

Penulis: AdrianaEditor: ANF