DAILYPANGANDARAN – Lokasi relokasi pusat belanja oleh-oleh di bibir pantai Pangandaran, yakni Nanjung Sari, Nanjung Endah, Nanjung Asri 1 dan 2, serta Nanjung Elok, menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Proyek pembangunan senilai Rp 50 miliar tersebut bersumber dari APBD Provinsi sebesar Rp 44 miliar dan sisanya ditopang APBD Kabupaten.
Pusat belanja wisata ini menempati lahan bekas hotel tertua yang dialihfungsikan menjadi deretan kios pada 2016 silam. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Pangandaran mencatat terdapat 800 ruko yang tersedia di lokasi tersebut.
Sayangnya, lokasi itu tidak bertahan lama lantaran sepi pembeli hingga membuat para pedagang gulung tikar. Dari ratusan kios yang ada, kini hanya tersisa belasan pedagang yang bertahan di setiap titiknya.
Akibatnya, kawasan tersebut lama terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, aset tersebut telah diserahkan pengelolaannya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran.
Kepala Disparbud Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan bahwa proyek relokasi tersebut menjadi temuan BPK RI. Namun, lantaran baru menjabat tahun ini, ia mengaku belum mengetahui secara mendalam terkait rencana pengelolaan sebelumnya.
“Hanya saja pada kepemimpinan saya saat ini berencana akan mengkaji ulang pemanfaatan relokasi ini,” ucap Dadan, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, pemanfaatan tempat relokasi yang menganggur tersebut kini sedang dalam proses pengkajian. “Berawal dari situasi kondisi sekarang dan nanti seperti apa sedang kita lakukan. Itu pembangunan tahun 2018, kami dari Disparbud fokus ke destinasi dulu tentu ya menjadi salah satu konsen dan satu kekuatan kami pariwisata dalam konteks penataan, asetnya memang benar milik Disparbud,” kata Dadan.
Ia menambahkan, rekomendasi dari BPK menitikberatkan pada aspek pemanfaatan. Ke depan, sebagai konsekuensi penggunaan aset, akan diberlakukan semacam retribusi atau penarikan sewa, meskipun lahan tersebut berdiri di atas tanah milik PT KAI.
“Rencana kedepan ya masih dikaji belum bisa disampaikan mau jadi apa-apanya,” katanya.





