DAILYPANGANDARAN – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyatakan daerahnya terus memperkuat fondasi ekonomi dengan mencatatkan prestasi signifikan di sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Pangandaran berhasil mengukuhkan posisi sebagai daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terendah di Jawa Barat, yakni hanya 1,9 persen.
Angka ini menunjukkan capaian luar biasa jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat pengangguran provinsi yang masih berada di angka 6,77 persen. Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan agar prestasi ini tidak membuat semua pihak berpuas diri.
Fokus utama saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan lapangan kerja, melainkan maksimalisasi kesejahteraan masyarakat yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi krusial agar pertumbuhan ekonomi selaras dengan kualitas hidup pekerja.
Dalam peringatan May Day tahun ini yang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, ditekankan bahwa tantangan masa depan akan semakin berat. Persaingan global yang kian ketat menuntut adanya peningkatan kualitas kesejahteraan serta daya saing tenaga kerja lokal.
“Tantangan ke depan bukan lagi sekedar memastikan masyarakat bekerja, melainkan bagaimana kita meningkatkan kualitas kesejahteraan dan daya saing tenaga kerja di tengah persaingan global,” kata Citra, Rabu (6/5/2026).
Semangat untuk maju bersama ini dirangkum dalam slogan yang diserukan secara serempak: “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”. Melalui kolaborasi yang kuat, Kabupaten Pangandaran optimistis dapat mewujudkan kemajuan industri yang selaras dengan kemakmuran para pekerjanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua APINDO Pangandaran dua periode, Ipin Aripin, membagikan pengalaman pribadinya sebagai pengusaha. Ia mengucapkan selamat Hari Buruh dan berharap para pengusaha di Kabupaten Pangandaran dapat menepati kesepakatan penetapan UMK yang telah diputuskan pada akhir tahun 2025.
Ia menekankan pentingnya tagline “Satu tekad, satu tujuan, sejahtera bersama”, di mana kesejahteraan menjadi kunci utamanya. Sebagai seorang pengusaha yang membangun bisnis dari nol atau perintis, Ipin menceritakan bahwa menerapkan UMK di perusahaannya memberikan dampak positif, terutama dalam membangun sense of ownership dari karyawan.
Dengan memberikan UMK yang layak, perusahaan dapat menetapkan standar kualitas dan Key Performance Indicators(KPI) yang jelas. Ipin mencontohkan, ia menetapkan target omzet penjualan 100 persen, ketersediaan item barang, penagihan minimal 80 persen, hingga tingkat kehadiran minimal 75 persen pada jam kerja.
Ipin memandang UMK bukan sebagai beban, melainkan alat strategis. Dengan upah yang layak, pengusaha memiliki posisi tawar untuk menerapkan KPI yang ketat guna memastikan produktivitas tetap tinggi. Filosofi kepemimpinannya membentuk perspektif bahwa loyalitas karyawan sangat bergantung pada pemenuhan hak-hak mereka.
Di akhir penyampaiannya, Ipin mengucapkan terima kasih kepada perwakilan buruh, seperti Kang Unli dan rekan-rekannya, atas kerja sama yang baik selama ini di Dewan Pengupahan. Ia menekankan bahwa penetapan upah adalah hasil kesepakatan bersama yang harus dihormati demi stabilitas ekonomi daerah.
Ipin juga menginformasikan bahwa masa jabatannya sebagai Ketua APINDO Pangandaran selama dua periode akan berakhir pada akhir Mei 2026. Ia mengundang pengusaha lain yang berminat untuk mencalonkan diri sebagai ketua berikutnya guna melanjutkan regenerasi kepemimpinan.
Secara keseluruhan, pesan ini merupakan ajakan bagi para pengusaha untuk melihat kepatuhan terhadap aturan upah sebagai investasi jangka panjang. Harmonisasi hubungan industrial menjadi kunci utama untuk mencapai kesejahteraan bersama di Kabupaten Pangandaran.





