DAILYPANGANDARAN – Tradisi Hajat Laut di Pangandaran tidak hanya menjadi ajang syukuran dan pelestarian budaya bagi para nelayan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
Di tengah kemeriahan acara tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut hadir memberikan dukungan nyata sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Branch Office Head BRI Banjar, R. Balya Taufik Hidayah A., menyampaikan bahwa hubungan BRI dengan masyarakat Pangandaran sangat erat, mengingat hampir 46 persen nasabah BRI di kawasan tersebut adalah nelayan.
“Dengan Hajat Laut ini, sebenarnya BRI ikut serta dalam acara syukuran teman-teman nelayan. Bentuk dukungan kami yang pertama adalah fokus pada kemudahan permodalan untuk teman-teman pengusaha dan UMKM di Pangandaran, salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ungkap Taufik saat diwawancarai di tenant BRI, Selasa (16/6/2026).
BRI hadir langsung untuk melayani pengajuan pinjaman modal usaha bagi para nelayan dan pelaku UMKM, di luar penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.
Digitalisasi Transaksi UMKM
Selain dukungan modal, BRI juga gencar mendorong digitalisasi transaksi di kawasan wisata Pangandaran. Memanfaatkan acara Hajat Laut, BRI memfasilitasi pembuatan QRIS bagi para pelaku usaha setempat, seperti pedagang dan penyedia jasa sewa water sport. Langkah ini diambil untuk merespons tren wisatawan yang kini lebih menyukai transaksi nontunai (cashless).
“Pengunjung Pangandaran itu luar biasa, apalagi saat peak season. Sekarang sudah jarang yang bawa uang tunai, rata-rata maunya bertransaksi lewat handphone. Makanya kita bantu teman-teman pengusaha untuk masif membuat QRIS,” jelas Taufik.
Syarat pembuatan QRIS pun sangat mudah, pedagang hanya perlu membawa KTP, NPWP (jika ada), dan membuka rekening BRI. Saat ini, sudah ada ribuan pengguna QRIS di Pangandaran, dan sistem perbankan BRI mampu melayani kelancaran hingga ribuan transaksi per hari di masa liburan. Diperkirakan terdapat hingga 2.000 nasabah yang terdiri dari nelayan dan pedagang khusus di kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Desa BRIlian Aktif di Pangandaran
Lebih dari sekadar layanan perbankan harian, BRI juga terus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program “Desa Brilian“. Bentuk pembinaan yang dilakukan mencakup edukasi, seperti seminar tentang pemahaman literasi keuangan dan fasilitas perbankan.
“Saat ini ada tiga Desa Brilian di Kabupaten Pangandaran, yaitu di Cijulang (Batu Karas) yang fokus pada wisata, di Desa Sidomulyo yang berfokus pada peternakan kambing etawa, dan satu lagi di Padaherang,” sebut Taufik.
Melalui dukungan permodalan, fasilitas transaksi digital, hingga pembinaan berkesinambungan di tingkat desa, BRI menegaskan posisinya untuk terus mendukung dan mendampingi kemajuan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pangandaran.





