DAILYPANGANDARAN — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai profil kependudukan dan ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran tahun 2025. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan proyeksi kependudukan, jumlah penduduk Pangandaran tercatat mencapai 436.494 jiwa dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tergolong rendah, yakni sebesar 1,91 persen.
Dari total populasi tersebut, sebaran penduduk terdiri dari 217.904 jiwa laki-laki dan 218.590 jiwa perempuan. Angka rasio jenis kelamin (sex ratio) berada di level 99,69, yang mengindikasikan bahwa populasi perempuan secara umum masih sedikit lebih dominan dibandingkan laki-laki di sebagian besar wilayah.
Secara geografis, Kecamatan Padaherang menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, yakni sebanyak 70.374 jiwa atau menyumbang 16,12 persen dari total populasi daerah. Sebaliknya, Kecamatan Cigugur mencatatkan jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 23.341 jiwa (5,35 persen). Sementara untuk tingkat kepadatan, Kecamatan Mangunjaya menempati posisi terpadat dengan 1.018 jiwa per kilometer persegi, disusul Kecamatan Pangandaran dengan 994 jiwa per kilometer persegi.
Serapan Kerja dan Dinamika Ketenagakerjaan
Pada sektor ketenagakerjaan, penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di Kabupaten Pangandaran tercatat sebanyak 347.347 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 274.841 orang tergolong sebagai angkatan kerja aktif, menghasilkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 79,13 persen.
Sebanyak 269.579 orang telah terserap bekerja di berbagai sektor ekonomi daerah, sedangkan jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 5.262 orang (4.252 laki-laki dan 1.010 perempuan). Di luar angkatan kerja, terdapat 72.506 orang yang mayoritas berkegiatan mengurus rumah tangga (44.226 orang) dan menempuh pendidikan/sekolah (18.532 orang).
Menariknya, struktur pendidikan angkatan kerja memperlihatkan bahwa tenaga kerja di Pangandaran masih didominasi oleh lulusan jenjang pendidikan dasar (SD ke bawah) sebanyak 128.508 orang dan tingkat SMA/sederajat sebanyak 66.166 orang.
Namun, lulusan SMA tercatat menyumbang porsi pengangguran tertinggi, yaitu sebanyak 4.005 orang atau lebih dari 76 persen dari total penganggur terbuka di Pangandaran. Di sisi lain, angkatan kerja dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi (diploma/sarjana) sebanyak 19.237 orang tercatat seluruhnya terserap dalam aktivitas kerja (100 persen).
Data ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengangguran di Kabupaten Pangandaran tergolong minim, peningkatan mutu pendidikan serta penyesuaian keahlian lulusan tingkat menengah dengan kebutuhan pasar kerja lokal tetap menjadi tantangan utama pembangunan sumber daya manusia di wilayah pesisir Jawa Barat ini.





