DAILYPANGANDARAN — Aksesibilitas jalur darat memegang peranan krusial dalam menggerakkan denyut perekonomian serta industri pariwisata di Kabupaten Pangandaran.
Berdasarkan data publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP), total panjang jaringan jalan kabupaten tercatat mencapai 632,54 kilometer pada tahun 2025.
Dari total bentang jalan kabupaten tersebut, kondisi jalan dengan kategori baik mendominasi dengan panjang 426,50 km atau setara 67,43 persen.
Sementara itu, jalan dengan kondisi sedang tercatat sepanjang 84,80 km (13,41 persen). Jika diakumulasikan, tingkat kemantapan jalan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat ini telah mencapai 80,84 persen.
Kendati mayoritas jalur telah memadai, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah terkait pembenahan infrastruktur jalan yang belum prima.
Data BPS menunjukkan bahwa sepanjang 66,65 km (10,54 persen) jalan kabupaten berada dalam kondisi rusak ringan, serta 54,59 km (8,63 persen) lainnya masuk dalam kategori rusak berat. Total jalan yang mengalami kerusakan mencapai 121,24 km atau sekitar 19,17 persen dari keseluruhan jaringan jalan kabupaten.
Jika ditinjau dari jenis permukaannya, pembangunan infrastruktur terus diarahkan pada peningkatan mutu jalan. Pada tahun 2025, panjang jalan beraspal mencapai 392,18 km, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 353,33 km dan tahun 2024 sepanjang 389,74 km. Selebihnya, jenis permukaan jalan terdiri dari kerikil sepanjang 33,60 km, permukaan tanah tersisa 0,96 km, dan material lainnya sepanjang 205,80 km.
Selain jalan kabupaten, Kabupaten Pangandaran juga ditopang oleh keberadaan jalan nasional sepanjang 114,50 km serta jalan provinsi sepanjang 8,89 km yang menjadi urat nadi utama penghubung antarwilayah dan jalur utama distribusi wisatawan luar daerah.
Di sektor komunikasi dan logistik, peran jasa pos dan telekomunikasi terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Berdasarkan data PT Pos Indonesia Cabang Kota Banjar, tercatat ada 9 unit Kantor Pos Pembantu yang beroperasi melayani masyarakat di 9 kecamatan, antara lain Pangandaran, Parigi, Cijulang, Cimerak, Cigugur, Sidamulih, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya. Sementara itu, wilayah Kecamatan Langkaplancar tercatat belum memiliki kantor pos pembantu hingga periode 2025.
Pemerataan perbaikan konektivitas darat dan kelancaran arus logistik dinilai menjadi kunci vital untuk memangkas isolasi wilayah terpencil sekaligus mengoptimalkan potensi kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Pangandaran.




