DAILYPANGANDARAN – Media sosial dihebohkan oleh peredaran dokumen proposal anggaran pelaksanaan hari jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran dengan nominal mencapai Rp 2 miliar. Menanggapi hal tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami secara tegas membantah bahwa nominal tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Citra menjelaskan bahwa dokumen yang beredar luas di tengah masyarakat tersebut merupakan proposal pengajuan kemitraan atau sponsorship, bukan cerminan anggaran resmi yang bersumber dari kas daerah.
“Nggak ada anggaran kita, kan namanya proposal pasti angkanya harus dibesarkan karena buat pengajuan ke sponsorship,” kata Citra, Senin (5/9/2026).
Lebih lanjut, Citra memaparkan bahwa nominal Rp 2 miliar tersebut kemungkinan besar berasal dari rancangan estimasi pengajuan pihak tertentu kepada pihak ketiga, dan bukan representasi dari kebijakan pembiayaan resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran.
Menurut Citra, kondisi fiskal Pemkab Pangandaran saat ini tengah mengalami defisit. Konsekuensinya, pemerintah daerah mengambil langkah rasional dan menolak pengalokasian anggaran yang berlebihan untuk perayaan seremonial semata.
“Penggunaan dana daerah lebih diprioritaskan untuk hal yang lebih mendesak, seperti menyelesaikan kewajiban pembayaran utang. Adapun anggaran Milangkala dikelola secara efisien melalui Dinas Pariwisata dengan besaran yang relatif kecil, yakni hanya berkisar beberapa ratus juta rupiah,” terang Citra.
Terkait dengan panggung hiburan rakyat yang dijadwalkan menghadirkan grup musik Letto, pembiayaannya dipastikan tidak membebani APBD karena didukung penuh oleh pihak sponsor dari perbankan daerah.
“Meskipun diselenggarakan secara sederhana dan hemat anggaran, perayaan Milangkala tetap akan dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus momentum mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan lokal,” ucapnya.
Adapun rangkaian perayaan tersebut dirancang melalui aneka pertunjukan seni tradisi dan kebudayaan, di antaranya pawai karnaval, pergelaran Ronggeng Amen, serta kesenian kuda lumping. Tidak hanya itu, agenda perlombaan kuliner tradisional khas, seperti pindang gunung, turut diselenggarakan bersama dengan kompetisi olahraga serta kegiatan keagamaan.
“Seluruh rangkaian Milangkala ini akan diakhiri dengan istighosah dan tablig akbar pada malam puncak sebagai sarana berdoa bersama masyarakat,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Citra turut meluruskan persepsi publik perihal penggalangan dana infak yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Milangkala ke-14.
Ia menekankan bahwa penghimpunan dana infak tersebut berlandaskan prinsip sukarela, tanpa paksaan, dan membebaskan masyarakat untuk berpartisipasi dengan nominal berapa pun.
“Seluruh dana infak yang terkumpul akan disalurkan secara langsung kepada fakir miskin dan anak yatim, serta dipastikan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembiayaan perayaan Milangkala,” ucapnya.





