Berita  

Pangandaran Darurat Air Bersih, Sembilan Kecamatan Tercekik

DAILYPANGANDARAN – Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kian meluas. Bencana kekeringan ini tercatat telah melanda 38 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyatakan bahwa dari sembilan kecamatan tersebut, total warga yang terdampak mencapai 27.946 jiwa dari 9.494 kepala keluarga (KK).

Guna menanggulangi krisis pasokan air bersih bagi masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran bersama lintas instansi telah mengoperasikan distribusi air darurat.

“Total sebanyak 2.453.000 liter air bersih didistribusikan melalui 215 armada pengirim ke titik-titik bencana. Bantuan pasokan tersebut bersumber dari Tagana sebanyak 1.225.000 liter, BPBD Pangandaran sebesar 950.000 liter, serta suplai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebanyak 278.000 liter,” kata Dodo, Kamis (8/10/2026).

Wilayah terdampak mencakup Kecamatan Kalipucang, Padaherang, Pangandaran, Cijulang, Cigugur, Parigi, Cimerak, Sidamulih, dan Mangunjaya. Kecamatan Kalipucang menjadi area dengan dampak terparah, yakni mencapai 8.086 jiwa (2.730 KK) dan telah menerima pasokan 190.000 liter air bersih.

Distribusi bantuan air juga disalurkan ke sejumlah kecamatan lain, meliputi Padaherang dengan 5.583 jiwa (1.880 KK) terdampak yang menerima 90.000 liter air, Pangandaran dengan 4.924 jiwa (1.665 KK) menerima 165.000 liter air, serta Parigi dengan 2.209 jiwa (780 KK) menerima 55.000 liter air.

Selanjutnya, Kecamatan Cigugur mencatat 169 jiwa (707 KK) terdampak dengan pasokan 140.000 liter air, Cijulang sebanyak 1.929 jiwa (751 KK) dengan alokasi 170.000 liter air, serta Cimerak dengan 1.763 jiwa (523 KK) memperoleh 70.000 liter air.

Adapun di Kecamatan Sidamulih terdapat 945 jiwa (331 KK) yang menerima suplai 60.000 liter air, serta Kecamatan Mangunjaya dengan 338 jiwa (127 KK) terdampak yang memperoleh bantuan 10.000 liter air.

Dodo menegaskan bahwa kelangkaan air bersih saat ini tidak lagi terisolasi di titik-titik tertentu, melainkan sudah meluas hingga berdampak langsung pada puluhan ribu warga.

“Distribusi air bersih jadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, terutama bagi daerah-daerah yang sumber airnya sudah mengering total akibat kemarau panjang,” terangnya.

Penyaluran pasokan air bersih ini terus dioptimalkan secara kolaboratif oleh BPBD bersama Tagana Pangandaran guna memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terlayani dengan merata.