Berita  

Menjaga Sungai, Menjaga Masa Depan ala Program BRI Peduli

Menjaga Sungai, Menjaga Masa Depan ala Program BRI Peduli
Menjaga Sungai, Menjaga Masa Depan ala Program BRI Peduli. Antara Foto.

Upaya kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, hingga berpartisipasi dalam aksi bersih sungai merupakan langkah konkret untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Memaknai Hari Sungai Sedunia yang diperingati setiap Minggu keempat September, BRI Peduli melalui Program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” mengajak generasi muda melakukan aktivasi bersih-bersih sungai dan edukasi lingkungan di Tukad Badung, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, Senin (29/9/2025).

Kegiatan ini tidak hanya membersihkan Tukad Badung di kawasan konservasi mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, tetapi juga mencakup edukasi kebersihan dan pemasangan penghalang sampah (trash barriers) untuk mencegah sampah kembali mengalir ke sungai.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa peringatan Hari Sungai Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda. “Kegiatan ini bertujuan mengurangi timbunan sampah di sungai sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam,” ungkapnya.

Edukasi pilah sampah menjadi elemen kunci dalam pengelolaan sungai. Sampah organik yang terpilah dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pupuk kompos, pakan ternak, urban farming, atau biogas.

Sementara sampah anorganik dicacah dengan alat khusus, lalu dijual ke pengepul.

Dhanny menambahkan, Program BRI Peduli “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” telah berjalan sejak 2020, merevitalisasi lebih dari 100 sungai di Indonesia. Sungai-sungai tersebut dirawat secara rutin melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.

BRI juga berkolaborasi dengan Yayasan Sungai Watch Indonesia, organisasi nirlaba yang berdedikasi melindungi sungai dari pencemaran, khususnya sampah plastik.

Sejak awal 2025, kolaborasi ini berhasil memasang 18 trash barrier di Tukad Badung, mengumpulkan 64.480 kg sampah anorganik, melibatkan 2.221 warga dan relawan, serta mengurangi emisi karbon hingga 193,27 ton CO2e.

Sejak berdiri pada 2020, Sungai Watch telah memasang 381 trash barrier di 11 wilayah Indonesia. Dengan pendekatan berbasis komunitas, mereka tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mengedukasi pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui Hari Sungai Sedunia, BRI menegaskan komitmennya berkontribusi pada kelestarian lingkungan lewat program nyata yang melibatkan generasi muda dan masyarakat. Sungai bersih akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang serta fondasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Dhanny.