DAILYPANGANDARAN – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menanggung biaya buku dan alat tulis siswa.
Kebijakan ini ditekankan khususnya bagi pelajar jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Soleh menegaskan komitmennya agar Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat dioptimalkan untuk pengadaan buku dan perlengkapan sekolah. Hal ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mencetak Generasi Emas 2045.
“Kami memastikan bahwa di Pangandaran tidak boleh ada siswa atau murid yang kesulitan mendapatkan perlengkapan sekolah,” ujar Soleh kepada awak media, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, pelayanan terhadap peserta didik, mulai dari kebutuhan alat tulis, seragam, hingga fasilitas penunjang lainnya, menjadi prioritas pemerintah saat ini.
“Kita sepakat untuk bersama-sama mencetak Generasi Emas di tahun 2045. Karena itu, pelayanan pendidikan harus maksimal,” tuturnya.
Soleh mengaku telah menginstruksikan seluruh Kepala Bidang di jenjang PAUD, SD, dan SMP untuk memantau kondisi di lapangan. Ia meminta pihak sekolah lebih peka dan sigap membantu siswa yang mengalami kesulitan ekonomi, seperti berkaca pada kisah perjuangan “Ica” (pelajar yang sempat viral karena berjualan sate demi sekolah).
“Paling tidak sekolah harus memperhatikan. Jika ada siswa seperti Ica atau bahkan yang kondisinya lebih sulit, sekolah harus sigap langsung membantu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Soleh menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan anggaran melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Dana BOS untuk menunjang kebutuhan operasional dan pelayanan murid.
“Dengan ini kami berkomitmen bahwa buku dan perlengkapan belajar semua harus dicover oleh sekolah,” pungkasnya.





