DAILYPANGANDARAN – Deburan ombak di pesisir Pantai Pangandaran selalu menjadi magnet bagi wisatawan. Namun, di balik keindahannya, tersimpan risiko yang menuntut kewaspadaan tinggi.
Menyadari kondisi ini, Satpolairud Polres Pangandaran memperketat pengawasan dan memberikan imbauan khusus bagi siapa saja yang beraktivitas di bibir pantai.
Kasatpolairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi warga lokal maupun pelancong yang tengah menikmati suasana laut.
“Kami dari Satpolairud Polres Pangandaran mengimbau agar masyarakat dan wisatawan selalu waspada serta berhati-hati saat beraktivitas di laut,” kata AKP M. Anang Tri Sodikin, Selasa (11/8/2026).
Kata dia, ada beberapa ancaman tersembunyi yang patut diwaspadai, salah satunya adalah rip current atau arus balik yang mematikan. Masyarakat diminta untuk tidak nekat berenang di lokasi-lokasi rawan, karena arus bawah yang kuat mampu menyeret siapa pun hingga ke tengah laut dalam sekejap.
Selain itu, tren berswafoto di pinggir pantai juga menjadi perhatian serius. Petugas mengingatkan agar pengunjung tidak berdiri atau duduk membelakangi ombak demi konten media sosial. Gelombang tinggi sering kali datang tiba-tiba tanpa bisa diprediksi, sehingga posisi membelakangi laut sangatlah berbahaya.
Bagi para nelayan dan pelaku usaha wisata air, Satpolairud mewajibkan pemantauan informasi cuaca secara berkala. Rujukan resmi dari BMKG, Basarnas, hingga Tagana harus menjadi panduan utama sebelum memutuskan untuk melaut.
“Penggunaan alat keselamatan standar seperti life jacket dan penyediaan sekoci di atas kapal adalah harga mati yang tidak boleh ditawarkan,” ucapnya.
Ia mengatakan kedisiplinan di lapangan juga menjadi kunci. Wisatawan diminta untuk tidak mengabaikan rambu-rambu larangan atau arahan dari petugas pantai yang berjaga.
“Jadi area yang telah ditandai sebagai wilayah terlarang harus steril dari aktivitas apa pun demi menghindari tragedi yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia berharap kesadaran kolektif ini dapat menjaga Pangandaran tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi semua orang.
“Mudah-mudahan kejadian laka laut di wilayah laut Pangandaran tidak masif terjadi, bahkan zero insiden dengan saling mengingatkan semuanya,” pungkasnya.




