Potensi Koalisi PKB-PDI Perjuangan Pangandaran Menjelang Pilkada 2024

DAILYPANGANDARAN – Suasana menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Pangandaran semakin terasa. Peta koalisi di kota wisata ini mulai menghangat.

Teranyar, isu koalisi PKB dengan PDI Perjuangan mulai menghangat. Kedua partai yang memiliki ideologis berbeda itu mulai saling terbuka.

Sebagaimana diketahui PKB dan PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang saat ini sudah membuka penjaringan bakal calon bupati untuk Pilkada 2024. PDI Perjuangan telah menerima 8 orang yang mendaftar dan PKB baru saja menerima 1 orang pendaftar.

Partai yang dipimpin Cak Imin ini pada Pileg 2024 hanya mampu menduduki 5 kursi di 4 Dapil yang ada di Kabupaten Pangandaran. Kendati demikian, PKB tidak bisa mengusung Bacabup sendiri.

Karena salah satu syarat untuk mendaftarkan Bacabup Pangandaran minimal harus memiliki 8 kursi di DPRD Pangandaran. Untuk, PKB membuka pintu koalisi dengan partai manapun.

Ketua DPC PKB Pangandaran Otang Tarlian mengatakan terkait sinyal bergabung dengan PDI Perjuangan untuk Pilkada 2024 sudah mulai penjajakan dan membangun komunikasi sejak jauh-jauh hari .

“Tidak hanya dengan PDI Perjuangan, tapi dengan semua partai juga sudah ada komunikasi,” kata Otang, Selasa (30/4/2024).

Ia mengatakan masih ada waktu, karena rentang waktu sampai pemilihan itu sekitar 6 bulan lagi. “Sampai pendaftaran bulan Agustus nanti masih punya waktu,” ucapnya.

Tentua, kata Otang, PKB tidak¬† bisa berdiri sendiri 1 partai atau 1 wadah dalam menghadapi Pilkada, apalagi PKB membuka pendaftaraan ini karena tidak cukup mengantarkan calon sendiri untuk Pilkada 2024. “Artinya kami harus berkoalisi,” kata dia.

Kewajiban PKB, menurut Otang, mendapatkan koalisi yang bisa mendatangkan 1 pasangan Cabup dan Cawabup. “Tentu jika dibilang mulai mengarah koalisi Ke PDI Perjuang ada, tapi dinamika ini sangat cair sekali dan masih ada waktu,” ujarnya.

Otang mengatakan karena Pilkada 2024 secara serentak bersama dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, peta koalisi nanti pasti mempengaruhi dari tingkat provinsi ke daerah. “Tentu masih ada juga dampak dari Pilpres. Ini yang kita antisipasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Jeje Wiradinata mengatakan terkait koalisi menjelang Pilkada 2024, pihaknya sangat terbuka dengan partai mana pun. “Ya kami katakan sejak awal penjaringan Bacabup. Jika PDI Perjuangan membuka ruang seluas-luasnya untuk masyarakat,” ucap Jeje belum lama ini.

Ihwal koalisi dengan partai lainnya, Jeje menyebutkan dalam politik apapun pasti terjadi. “Dalam politik apapun bisa terjadi, termasuk berkoalisi dengan partai mana saja menjelang Pilkada. Tentu kami tidak jumawa meski bisa mengusung Bacabup-Wacabup dari partai kami sendiri,” katanya.