DAILYPANGANDARAN – Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia merupakan daerah baru yang mekar dari kabupaten induknya Ciamis. Pangandaran Resmi menjadi daerah otonomi baru (DOB) pada 12 Oktober 2012.
Pangandaran mempunyai 10 kecamatan dan 93 desa. Daerah ini memiliki panjang garis pantai 91, luas laut km 67.340 ha dan luas hutan 28,889 ha.
10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran diantaranya, Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih, Parigi, Cigugur, Langkaplancar, Cijulang dan Cimerak.
Secara astronomis Kabupaten Pangandaran terletak pada 108° 30’ 40’ Bujur Timur dan 70 40’ 20” – 70 50’20” Lintang Selatan. Letak geografis daerah ini mempunyai batas-batas, yaitu bagian Utara Kabupaten Ciamis, bagian Barat Kabupaten Tasikmalaya, bagian Selatan Samudera Hindia dan Timur Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat, daerah ini mempunyai luas wilayah 1.010,92 Km2. Kota Banjar menjadikan salah satu wilayah kota yang paling dekat dengan jarak 84 km. Jumlah Penduduk Kabupaten Pangandaran sebanyak 434,104 (data BPS, 2024).
Baca Juga: Sate Ayam Kampung Yayu Ris yang Ada Sejak 1950
Penjabat Bupati Pertama
Sebelum melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung. Kabupaten Pangandaran dipimpin oleh seorang pejabat Bupati, Dr. Drs. H. Endjang Naffandy, M.Si. periode 2013-2015 dari Pemerintah Provinsi. Dalam periode pertama memimpin, Pekerjaan Rumah baginya yaitu membentuk struktur organisasi perangkat daerah, memfasilitasi kepala perangkat dinas, dan memfasilitasi terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Selain itu, memfasilitasi berlangsungnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pertama tahun 2015. Karena masa jabatan pejabat habis, periode selanjutnya pejabat Bupati sementara dilanjutkan Drs. H. Daud Achmad.
Setelah melakukan pelantikan pada 22 April 2015, Daud meneruskan PR panjang Pangandaran yaitu menyiapkan Pilkada untuk mendapatkan bupati definitif.
Langkah ini menjadi paling berat bagi pejabat Bupati untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran periode 2015-2020. Berlangsungnya Pilkada tersebut menghasilkan pemimpin pertama yang mempunyai banyak PR untuk mewujudkan cita-cita pemekaran Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga: Sejarah Penyebar Agama Islam di Pangandaran Mbah Bungkus
PILKADA PERTAMA PANGANDARAN
Bupati definitif pertama pemenang Pilkada 2015 yaitu Bupati Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari. Pasangan ini mengalahkan 3 calon lainnya yaitu Ino-Erwin dan Azizah-Sulaksana.
Dalam genggaman Bupati Jeje, Pangandaran banyak melakukan pembenahan, terutama dalam bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Pendapatan asli daerah (PAD) Pangandaran berasal dari sektor pariwisata.
Jeje Wiradinata kemudian berhasil memenangkan Pilkada serentak tahun 2020 berpasangan dengan Ujang Endin. Pada Pilkada 2024, meski masih menjabat, Jeje sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat namun kalah telak.
Tahun 2024, Pilkada Pangandaran kembali menang oleh Citra Pitriyami dan Ino Darsono sebagai Bupati Pangandaran-Wakil Bupati periode 2025-2030.




