DAILYPANGANDARAN – Beberapa waktu lalu suatu keputusan mengejutkan mewarnai suasan politik daerah. Wakil Bupati Pangandaran Ino Darsono yang mempunyai latar belakang politik dari partai berlambang matahari atau PAN berlabuh ke PSI cetusan Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
Keputusan Ino banting setir ke PSI ternyata sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh DPC PSI Pangandaran. Bahkan, informasinya komunikasi sudah terjalin lama dengan partai berlambang gajah tersebut.
Saat menemui Jokowi di Solo pada beberapa waktu lalu, Ino mengaku tertarik bergabung PSI lantaran sosok mantan Presiden dua periode tersebut. Ia mengakui kepiawaian Jokowi dalam memimpin dan berpolitik praktis.
Pertemuan Ino dengan Jokowi di Solo direspon santai oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Jeje Wiradinata. Ia mengaku tidak mau ikut campur dengan urusan partai lain.
“Gak mau ikut campur, itu keputusan politik pribadi,” ucap Jeje ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (29/5/2026).
Meski demikian, Ino merupakan wabup Pangandaran yang dipasangkan oleh PDI Perjuangan bersama Citra pada Pilkada 2024 lalu dengan PAN. Namun, keputusan migras partai Ino saat ini Jeje menganggap penilaian ada di masyarakat.
“Silahkan tanya ke masyarakat, ya kan saya ketua DPC PDI Perjuangan ngapain ngurusin partai orang,” ucapnya.
Karena itu, Jeje enggan berkomentar secara pribadi karena sifatnya objektif dan dinilai kurang natural posisinya mengingat sebagai kader PDI Perjuangan.
Menutup pembicaraan, Jeje menyebutkan jika kontestasi Pilkada 2024 sudah berakhir dan kedudukan Ino sudah menjadi Wakil Bupati bukan lagi calon, dan harus berfokus pada jabatannya.





